Pendidikan Kewirausahaan BNI di Taiwan Hadirkan Eks PMI Sebagai Motivator

BNI bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar seminar kewirausahaan bagi para PMI (Pekerja Migran Indonesia) dan mahasiswa Indonesia di Taiwan.

oleh Gilar Ramdhani pada 09 Jul 2019, 15:11 WIB
Sebanyak 450 PMI yang menetap di wilayah Taipei dan sekitarnya mengikuti Seminar Kewirausahaan yang digelar BNI.

Liputan6.com, Jakarta Luluk Sunarti bisa jadi merupakan saksi hidup yang masih mengingat perjuangan selama menjadi Pekerja Migran Indonesia di Taiwan. Saat ini, Luluk telah sukses menjadi pengusaha, dan menjadi pemilik beberapa jenis usaha, mulai dari usaha Minimarket, Bengkel, Distributor dan Agen46 BNI di kota kelahirannya, Banyuwangi, Jawa Timur. 

Kisah perjuangan hidup dan semangat berwirausaha inilah yang ditularkan kepada para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di negeri Formosa, Taiwan, dalam sebuah seminar kewirausahaan yang digelar BNI bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seminar ini bertujuan untuk memberikan bekal kemandirian bagi para peserta agar dapat mengelola keuangannya dan menciptakan lapangan usaha setelah kembali ke Indonesia.

Seminar yang dilaksanakan di Taipei, Taiwan, Minggu dan Senin (7-8 Juli 2019) ini dibuka oleh Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito, dan diisi oleh beberapa narasumber antara lain Deputi Direktur Literasi dan Informasi (OJK) Greta Joice Siahaan, dan Wakil Pemimpin Divisi Internasional BNI I Made Sukajaya. Selain Luluk Sunarti sebagai pembicara, terdapat 450 PMI yang menetap di wilayah Taipei dan sekitarnya yang diundang pada sesi berbagi tersebut. 

Pada tanggal 8 Juli 2019 dilaksanakan seminar lanjutan yang diselenggarakan secara khusus untuk para mahasiswa di Taiwan. Topik utama yang didiskusikan adalah Kesadaran Pengelolaan Keuangan oleh OJK dan BNI. 

 

BNI bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar seminar kewirausahaan bagi para PMI (Pekerja Migran Indonesia) di Taiwan.

Pada kesempatan ini, BNI menjelaskan tentang produk-produk BNI yang dapat digunakan di luar negeri. Salah satunya adalah layanan BNI Remittance yang hadir melayani kiriman uang dari luar negeri baik ke rekening BNI, rekening bank lain, maupun yang diambil tunai di cabang BNI, Kantor POS, Pegadaian, Alfamart dan Mitra lainnya yang telah bekerjasama dengan BNI. 

Layanan kiriman uang BNI dari Luar Negeri didukung oleh sistem yang handal, jaringan internasional yang luas melalui 8 Kantor Cabang Luar Negeri, 1.600 bank koresponden serta menempatkan pegawai BNI di negara tujuan PMI diantaranya Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, Uni Arab Emirate, Qatar, Arab Saudi, dan Belanda.

Sampai bulan Mei 2019, volume bisnis remitansi BNI dari PMI mengalami pertumbuhan sebesar 29,61% secara year on year (yoy). BNI menjadi satu-satunya bank yang berhasil meraih penghargaan "The Best Remittance Provider in South East Asia" selama 9 tahun berturut-turut serta memiliki Call Center khusus transaksi remittance di nomor telepon (021) 29946099.

Peserta seminar juga mendapatkan penjelasan tentang Pembukaan Rekening Tabungan yang bisa dilakukan di Taiwan saat PMI masih aktif bekerja. Pembukaan rekening ini bisa dilakukan di semua negara yang terdapat perwakilan BNI, yaitu di Malaysia, UAE, Taiwan, Belanda, Qatar, Saudi Arabia, Hong Kong, Korea Selatan, Singapura, Inggris, Amerika, dan Jepang. 

Selain itu, para PMI juga mendapatkan informasi mengenai kewirausahaan serta pengelolaan keuangan dan usaha melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Pekerja Migran Indonesia (KUR PMI), serta bagaimana mengelola usaha sesuai dengan bidang wirausaha yang diminati.     

Melalui penjelasan ini, PMI mendapatkan wawasan lebih luas terkait pengelolaan keuangan untuk mempersiapkan masa pensiun. 

I Made Sukajaya menyampaikan, BNI terus berupaya menjangkau Tenaga Kerja atau Warga Negara Indonesia yang saat ini bermukim di Luar Negeri, khususnya negara-negara dimana BNI beroperasi. Hingga 2018, jumlah Warga Negara Indonesia di Taiwan kurang lebih 200.000 orang dan sebagian besar dari mereka akan kembali ke Indonesia.

 

(Adv)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya