4 Alasan Tendang Paul Pogba Akan Menguntungkan MU

Paul Pogba kerap dituduh tidak bermain dengan segenap hati di Manchester United (MU). Ia sempat bersitegang dengan Jose Mourinho.

oleh Ario YosiaDiterbitkan 24 Juni 2019, 17:10 WIB
Gelandang Manchester United (MU) Paul Pogba marapikan topi tradisional Korea Selatan saat jumpa pers di Seoul, Korea Selatan, Kamis (13/6/2019). Paul Pogba berada di Seoul sebagai bagian dari tur Asia-nya. (AP Photo/Lee Jin-man)

Manchester - Gelandang Manchester United (MU) Paul Pogba memanaskan bursa transfer musim ini. Pemain berusia 26 tahun itu melontarkan komentar mengejutkan lantaran ingin mencari tantangan baru di klub lain. 

"Setelah menjalani musim terbaik dalam karier saya secara pribadi dan mempertimbangkan segala hal yang telah terjadi, mungkin sekarang adalah momen yang tepat untuk mendapatkan tantangan baru di tempat lain,” ucap Pogba yang sudah tiga musim memperkuat MU dalam pernyataan yang dikutip dari Daily Mirror.

Real Madrid dan Juventus jadi klub yang ngebet meminang Paul Pogba, yang kurang disukai suporter Manchester United. 

Sejak musim lalu Pogba kerap membuat drama di Tim Setan Merah. Ia sempat bersitegang dengan Jose Mourinho yang berujung pada pemecatan sang pelatih pada bulan Desember silam.

Pesepak bola asal Prancis itu kerap dituduh tidak bermain dengan segenap hati di Manchester United. Fans klub pun mengait-ngaitkan cerita masa lalu ketika Sir Alex Ferguson melegonya ke Juventus, karena melihat pemain muda satu ini bakal menciptakan masalah di masa datang.

Apa yang terjadi tiga musim terakhir seperti membenarkan cerita masa lalu tersebut.

Fans Man United boleh jadi lelah melihat drama tanpa akhir dalam cerita Pogba. Terlalu banyak drama yang diciptakannya. Ironisnya, hal itu tidak sejalan dengan konsistensi dan kontribusi yang diberikan kepada tim.

Barangkali, memang sudah seharusnya Paul Pogba hengkang dari Old Trafford untuk kali kedua. Demi kebaikan atau bahkan mungkin juga keuntungan. Ada beberapa alasan mengapa kepergiannya bisa jadi keuntungan untuk MU. Simak detailnya di bawah ini:

 


United Bisa Bermain Lebih Kolektif

Pemain Manchester United, Paul Pogba, merayakan gol yang dicetak Romelu Lukaku gawang West Ham pada laga Premier League di Stadion Old Trafford, Manchester, Minggu (13/8/2017). MU menang 4-0 atas West Ham. (AFP/Oli Scarff)

Pusat perhatian media, publik, hingga permainan United, sejak Pogba memainkan periode keduanya dengan klub, terlalu terpusat kepadanya. Seolah, Pogba sama dengan Manchester United dan juga sebaliknya.

Jadi, apabila tim kalah, semua menyalahkan Pogba. Begitu juga ketika menang, Pogba selalu disebut bermain baik. Hal itu mendiskreditkan pemain-pemain lainnya yang juga berjuang dengan jersey yang sama.

Andai Pogba hengkang, maka permainan tim bisa lebih merata tanpa adanya satu individu yang mendapatkan perhatian lebih. Sorotan media pun bisa lebih kolektif memperlihatkan tim secara menyeluruh - tak melulu Pogba.

Lanjut Baca:

Soal penggantinya, tak perlu khawatir. Masih banyak pemain berposisi sebagai gelandang yang tersebar di bursa transfer. Cukup cari pemain yang tidak banyak gaya, berulah, dan fokus mengejar prestasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya