Citizen6, Sumenep: Kalau Anda berkunjung ke kota Sumenep, Madura, jangan lupa membeli makanan kecil kripik Binahong. keripik dari bahan tanaman binahong yang khas Sumenep ini mulai dikembangkan masyarakat setempat dengan bantuan pelatihan dari mahasiswa ITS, Surabaya.
Sejumlah mahasiswa ITS yang tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa bidang pengabdian Masyarakat (PKM). menggelar pelatihan intensif pembuatan keripik binahong untuk ibu-ibu PKK, yang dilaksanakan di Desa Pandian, Sumenep.
Pelatihan yang dimulai pada pukul 09.00 WIB tersebut sangat menarik perhatian masyarakat sekitar. Dalam pelatihan itu, beberapa materi yang disampaikan antara lain potensi daun binahong yang sangat melimpah di Desa Pandian, kandungan daun binahong, hingga teknik pemasaran keripik binahong. Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari penyuluhan awal yang dilaksanakan 8 April 2012 lalu.
“Dengan pelatihan ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan daun binahong secara lebih maksimal sehingga perekonomian masyarakat dapat menjadi lebih baik," ujar Ugink, salah seorang tim PKM.
Pelatihan yang dilaksanakan hingga pukul 13.00 WIB tersebut diakhiri dengan pembuatan keripik secara massal oleh beberapa kelompok ibu-ibu PKK. Keripik yang dihasilkan sangat bervariasi. Beberapa diantaranya disajikan dalam tiga rasa berbeda, rasa original, teri, dan manis dengan taburan wijen.
“Kami sangat mengenal selera masyarakat sehingga pembuatan berbagai macam cita rasa keripik ini akan dapat menyedot lebih banyak konsumen keripik," tandas Ibu Lilik, salah seorang Ibu PKK Desa Pandian.
Pelatihan pembuatan keripik mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Salah satunya adalah Drs. H. M. Fajar Priambadi, karyawan Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Daerah Sumenep.
"Pelatihan ini sangat bagus untuk merangsang kreativitas masyarakat dalam mengembangkan potensi alam daerah sekitarnya. "Seharusnya program seperti ini lebih sering dilaksanakan dan diadakan monitoring sehingga produksi keripik dapat dipastikan berjalan kontinyu dan meningkatkan pendapatan masyarakat," ujarnya.
Nurul Iman, kepala Desa Pandian juga menambahkan, “Kami sangat mendukung pelatihan ini. Semoga masyarakat lebih semangat setelah menyadari potensi daun binahong dari sini. Kami dari pemerintah desa sangat mendukung adanya program ini dan siap membantu kapanpun dibutuhkan.”
Program pengabdian masyarakat mahasiswa ITS ini sebagai upaya realisasi Program Kreativitas Mahasiswa bidang pengabdian Masyarakat (PKM).
“Program ini berbentuk penyuluhan tentang potensi tanaman binahong yang melimpah dan memiliki banyak khasiat namun belum termanfaatkan dengan baik," ujar Jannatun selaku ketua program ini.
Kami juga mencoba membuka wawasan masyarakat di desa tersebut bahwa tanaman binahong dapat dijadikan sebagai keripik sehingga bisa menambah pendapatan dan meningkatkan perekonomian masyarakat serta dapat menjadi makanan khas Kota Sumenep," ujar Jannatun selaku ketua program ini.
Tidak hanya sampai di sana. Tim PKM juga akan mengadakan pameran pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep, menanggapi tawaran kerjasama dari Pemerintah Daerah Sumenep pada pertengahan Mei mendatang. Tawaran lainnya adalah mengadakan seminar di Universitas Wiraraja, yang merupakan salah satu universitas di Daerah Sumenep.
“Kami sangat senang dengan antusiasme masyarakat terhadap program kami. Begitu pula dengan berbagai tawaran yang kami dapat. Selebihnya, kami benar-benar berharap program ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Desa andian,” tandas Irma, anggota dari tim PKM yang terdiri atas lima orang mahasiswa Teknik Kimia ITS tersebut. (Pengirim: Joe, Cahaya)
Sejumlah mahasiswa ITS yang tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa bidang pengabdian Masyarakat (PKM). menggelar pelatihan intensif pembuatan keripik binahong untuk ibu-ibu PKK, yang dilaksanakan di Desa Pandian, Sumenep.
Pelatihan yang dimulai pada pukul 09.00 WIB tersebut sangat menarik perhatian masyarakat sekitar. Dalam pelatihan itu, beberapa materi yang disampaikan antara lain potensi daun binahong yang sangat melimpah di Desa Pandian, kandungan daun binahong, hingga teknik pemasaran keripik binahong. Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari penyuluhan awal yang dilaksanakan 8 April 2012 lalu.
“Dengan pelatihan ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan daun binahong secara lebih maksimal sehingga perekonomian masyarakat dapat menjadi lebih baik," ujar Ugink, salah seorang tim PKM.
Pelatihan yang dilaksanakan hingga pukul 13.00 WIB tersebut diakhiri dengan pembuatan keripik secara massal oleh beberapa kelompok ibu-ibu PKK. Keripik yang dihasilkan sangat bervariasi. Beberapa diantaranya disajikan dalam tiga rasa berbeda, rasa original, teri, dan manis dengan taburan wijen.
“Kami sangat mengenal selera masyarakat sehingga pembuatan berbagai macam cita rasa keripik ini akan dapat menyedot lebih banyak konsumen keripik," tandas Ibu Lilik, salah seorang Ibu PKK Desa Pandian.
Pelatihan pembuatan keripik mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Salah satunya adalah Drs. H. M. Fajar Priambadi, karyawan Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Daerah Sumenep.
"Pelatihan ini sangat bagus untuk merangsang kreativitas masyarakat dalam mengembangkan potensi alam daerah sekitarnya. "Seharusnya program seperti ini lebih sering dilaksanakan dan diadakan monitoring sehingga produksi keripik dapat dipastikan berjalan kontinyu dan meningkatkan pendapatan masyarakat," ujarnya.
Nurul Iman, kepala Desa Pandian juga menambahkan, “Kami sangat mendukung pelatihan ini. Semoga masyarakat lebih semangat setelah menyadari potensi daun binahong dari sini. Kami dari pemerintah desa sangat mendukung adanya program ini dan siap membantu kapanpun dibutuhkan.”
Program pengabdian masyarakat mahasiswa ITS ini sebagai upaya realisasi Program Kreativitas Mahasiswa bidang pengabdian Masyarakat (PKM).
“Program ini berbentuk penyuluhan tentang potensi tanaman binahong yang melimpah dan memiliki banyak khasiat namun belum termanfaatkan dengan baik," ujar Jannatun selaku ketua program ini.
Kami juga mencoba membuka wawasan masyarakat di desa tersebut bahwa tanaman binahong dapat dijadikan sebagai keripik sehingga bisa menambah pendapatan dan meningkatkan perekonomian masyarakat serta dapat menjadi makanan khas Kota Sumenep," ujar Jannatun selaku ketua program ini.
Tidak hanya sampai di sana. Tim PKM juga akan mengadakan pameran pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep, menanggapi tawaran kerjasama dari Pemerintah Daerah Sumenep pada pertengahan Mei mendatang. Tawaran lainnya adalah mengadakan seminar di Universitas Wiraraja, yang merupakan salah satu universitas di Daerah Sumenep.
“Kami sangat senang dengan antusiasme masyarakat terhadap program kami. Begitu pula dengan berbagai tawaran yang kami dapat. Selebihnya, kami benar-benar berharap program ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Desa andian,” tandas Irma, anggota dari tim PKM yang terdiri atas lima orang mahasiswa Teknik Kimia ITS tersebut. (Pengirim: Joe, Cahaya)