Puluhan TPS di Garut Terganggu Reaktivasi Kereta, Bagaimana Nasibnya?

Untuk menyukseskan pemilu PT KAI akhirnya menghentikan sementara waktu reaktivasi kereta api Stasiun Cibatu-Garut Kota, karena banyak TPS yang terdampak pembangunan.

oleh Jayadi Supriadin diperbarui 10 Apr 2019, 01:00 WIB
Kantor KPUD Garut Jalan Suherman, Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Liputan6.com, Garut - Puluhan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang akan digunakan pencoblosan 17 April mendatang, terganggu proyek pembangunan reaktivasi jalur rel kereta api stasiun Cibatu-Garut, Jawa Barat.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, Jawa Barat, meminta agar proses pembangunan dihentikan sementara waktu batas pencoblosan selesai.

"Betul (terdampak) surat permohonan dari KPU Garut sudah masuk, dan kita kabulkan permohonan mereka," ujar Juru Bicara PT KAI Daop 2 Bandung Joni Martinus saat dikonfirmasi, Selasa (9/4/2019).

Menurutnya, sesuai dengan jadwal pembangunan reaktivasi yang dikeluarkan pemerintah, lembaganya terus mengebut pembangunan, untuk mencapai target dan tujuan. "Memang ini kan buat kemajuan warga Garutjuga," ujarnya.

Namun sejak masuknya surat permohonan penghentian, lembaganya langsung melakukan tinjauan ke lapangan. "Tentu kita pertimbangkan dengan matang, dan hasilnya memang kita mendukung untuk dihentikan sementara sesuai permintaan mereka," kata dia.

Berdasarkan laporan dari lapangan, diketahui banyak TPS yang lokasinya persis di area reaktivasi, sehingga lembaganya langsung merespon permintaan itu untuk menghentikan pembangunan hingga 17 April mendatang. “Tentu kita dukung, sebab itu kan pesta demokrasi seluruh rakyat Indonesia,” kata dia.

Joni membantah jika penghentian sementara program reaktivasi itu, akibat desakan LSM dan pihak lain, namun resmi berdasarkan permintaan KPU.

“Gak ada itu, yang jelas surat permohonan itu penghentian sementara ada, dan memang kami mendukung pesta demokrasi agar berlangsung sukses dan lancar,” ujarnya.

Ketua KPU Kabupaten Garut Junaidin Basri mengakui adanya kekhawatiran, jika program reaktivasi tetap dilakukan bakal menghembat proses pencoblosan warga.

Lembaganya mencatat ada sekitar 24 Tempat Pemungutan Suara (TPS), terganggu seiring progres pembangunan reaktivasi tersebut. “Sudah kami cek ke lepangan,” kata dia.

Selama ini banyak titik di sepanjang jalur pembangunan reaktivasi yang kerap digunakan warga sekitar, sebagai lokasi pencoblosan saat pemilu berlangsung. 

Hasil pendataan sementara, beberapa TPS yang akan terkena gusuran reaktivasi rel kereta di wilayah Kecamatan Garut Kota antara lain, Kelurahan Pakuwon ada TPS 4, 7, 8, 9, 16, dan 17, kemudian di Kelurahan Kota Wetan TPS 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 46, kemudian Kelurahan Ciwalen TPS 1, 3, dan 24.  “Jumlah itu baru ditemukan di sekitar kecamatan Garut kota belum yang lainnya,” kata dia.

Ia berharap dengan adanya penghentiansementara tersebut, memberikan banyak kemudahan bagi warga untuk menyampaikan aspirasinya. “Jika hal itu (pembongkaran) tetap dilakukan, akan memberikan kesulitan bagi PPK dalam memfasilitasi para pemilih,” ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya