Liputan6.com, Madrid - Zidane Zidane kembali ditunjuk untuk melatih Real Madrid. Dia menggantikan Santiago Solari dan dikontrak hingga 2020. Tugas Zidane efektif mulai pekan ini.
Ini merupakan periode kedua Zinedine Zidane bersama Los Blancos. Sebelumnya, dia juga pernah sukses saat menangani Real Madrid. Sebagai pemain, Zidane juga sempat berseragam Real Madrid.
Advertisement
Zinedine Yazid Zidane atau yang akrab disapa Zinedine Zidane lahir di Marseille, Perancis 46 tahun yang lalu. Meski lahir dan besar di Prancis, Zizou, panggilan Zidane, memiliki darah Aljazair dari ibunya yang merupakan seorang muslim. Mereka bermigrasi ke tanah Napoleon pada tahun tahun 1954.
Memulai karier sepak bola di klub lokal Marseille, US Saint-Henri dalam usia belia, perlahan penampilan apiknya dilirik oleh salah satu klub liga utama Perancis, Cannes. Sekaligus menjadi klub profesional pertama bagi dirinya.
Saat itu ia masih berusia 17 tahun, yang menarik, ia mendapat hadiah sebuah mobil usai mencetak gol perdananya dari presiden klub. Zinedine Zidane berhasil membawa Cannes berkompetisi di Piala UEFA musim 1991/92.
Sukses di Bordeaux
Kemudian Zizou pindah ke Bordeaux pada musim 1992/93. Ia juga berhasil mengantar klubnya menjuarai Piala Intertoto pada tahun 1995 dan menjadi runner-up Piala UEFA 1995/96. Dirinya tergabung bersama Bixente Lizarazu dan Christophe Dugarry yang kelak menjadi trio mematikan di Timnas Perancis.
Zidane hampir saja bermain di Liga Inggris bersama Blackburn Rovers. Namun dirinya menolak ketika disodorkan kontrak dari pelatih Blackburn, Ray Harford.
Ia lebih memilih untuk pindah ke klub Italia, Juventus pada tahun 1996. Bersama I Bianconeri, Zizou mencatatkan 151 pertandingan dengan catatan 24 gol. Kemudian ia menuju Real Madrid pada 2001.
Pemain Termahal
Kepindahannya ke Real Madrid menjadikan dirinya sebagai pemain termahal kala itu. Dirinya ditransfer dari Juventus senilai 66 juta euro. Ia juga berhasil membawa Los Blancos menjadi kampiun Liga Champions musim 2001/02 setelah mengalahkan Bayern Leverkusen di babak final. Ia juga membawa Perancis menjadi kampiun Piala dunia 1998