Potensi Investasi Berbasis Ramah Lingkungan di Jakarta Capai USD 30 Miliar

Sampai 2025 nanti, total green market diprediksi akan mencapai USD 4 miliar dari total USD 48 miliar.

oleh Athika Rahma diperbarui 13 Feb 2019, 17:15 WIB
Lansekap gedung bertingkat terlihat dari kawasan Tanah Abang, Jakarta, Jumat (16/9). Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mewajibkan semua gedung di Ibu Kota untuk menerapkan bangunan gedung hijau (green building). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Liputan6.com, Jakarta Analisis International Finance Corporation (IFC) menyebutkan Jakarta berpotensi meraih nilai investasi pada pembangunan yang berbasis ramah lingkungan sebesar USD 30 miliar hingga 2030.
 
Potensi investasi ini meliputi beberapa poin yang terdiri dari transportasi publik, energi terbarukan, kendaraan elektrik, pengolahan sampah (waste) dan urban water.
 
Masing-masing poin memiliki potensi investasi yang beragam. Seperti energi terbarukan dengan nilai potensi USD 3 miliar, kendaraan listrik USD 7 miliar, pengolahan sampah USD 725 juta, transportasi publik USD 660 juta, urban water USD 3 juta dan bangunan hijau (green building) USD 16 miliar.
 
Ini terungkap dari paparan materi Green Building Leader IFC Sandra Pranoto dalam agenda Media Sharing Green Buildings in Indonesia: Maximizing Building Resources Efficiency, Rabu (13/2/2019) di Kantor IFC, Bursa Efek Indonesia.
 
Sandra juga menegaskan, potensi terbesar ada pada poin green building. Dia pun sangat menganjurkan para investor dan developer untuk memanfaatkan peluang ini.
 
"Apalagi di green building itu bisa sampai USD 16 miliar, hampir setengahnya. Bayangkan kalau kita investasi hanya di poin waste, itu tidak sampai USD 1 miliar. Potensinya sangat besar." ujarnya.
 
 
Berikut ini beberapa gedung yang telah disertifikasi oleh Green Building Council Indonesia
Jika dilihat secara global, IFC telah mengidentifikasi adanya potensi investasi yang berkonsentrasi pada isu perubahan iklim sebesar USD 29 triliun. Lebih dari 70 persen berasal dari topik green building, yaitu sekitar USD 24,7 triliun.
 
Data ini didapat dari IFC's Climate Investment Opportunities in Cities, November 2018.
 
Sementara menurut IFC Market Intelligence Report, pertumbuhan market green building yang mencakup perumahan, kantor dan toko diprediksi mencapai 25 persen dari total yang dibangun di Indonesia pada 2025.
 
Sampai 2025 nanti, total green market diprediksi akan mencapai USD 4 miliar dari total USD 48 miliar untuk komersial. Sementara hunian mencapai USD 30 miliar dari total USD 210 miliar.
 
Adapun jumlah hunian yang dibangun diprediksi mencapai 2,3 juta, di mana 350 ribu unit merupakan ramah lingkungan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya