Liputan6.com, Sidoarjo: Sebuah batu persegi delapan ditemukan di bagian belakang rumah Sutrimo, warga Dusun Ngemplak, Desa Kepatihan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Menurut Sutrimo, Kamis (22/3), saat ia menggali tanah cangkul yang digunakan mengenai sebuah benda keras pada kedalaman 50 sentimeter dari permukaan tanah. Temuan itu kemudian Sutrimo laporkan ke perangkat desa setempat.
Batu berbentuk persegi delapan dan memanjang itu diduga merupakan tempat persembahyangan pada jaman kerajaan Majapahit. Sekitar 50 meter dari lokasi arca terdapat sumur tua berbahan batu bata kuno bernama sumur windu, yang konon dulunya digunakan untuk penyucian atau mandi.
Perangkat desa setempat hingga kini belum melaporkan penemuan benda purbakala tersebut kepada pihak Dinas Purbakala Trowulan, Mojokerto. Mereka hanya melakukan pemagaran di sekitar batu tersebut untuk menghindari adanya kerusakan.(IAN)
Batu berbentuk persegi delapan dan memanjang itu diduga merupakan tempat persembahyangan pada jaman kerajaan Majapahit. Sekitar 50 meter dari lokasi arca terdapat sumur tua berbahan batu bata kuno bernama sumur windu, yang konon dulunya digunakan untuk penyucian atau mandi.
Perangkat desa setempat hingga kini belum melaporkan penemuan benda purbakala tersebut kepada pihak Dinas Purbakala Trowulan, Mojokerto. Mereka hanya melakukan pemagaran di sekitar batu tersebut untuk menghindari adanya kerusakan.(IAN)