Serangan Tawon Meneror Warga Sragen

Setelah kejadian di Sukoharjo, serangan tawon kembali terjadi di Sragen. Seorang warga menjadi korban sengatan gerombolan tawon.

Oleh SoloPos.com diperbarui 17 Des 2018, 20:02 WIB
Tim gabungan Polres, BPBD, dan Damkar membasmi sarang tawon berukuran sebesar bola basket di Kampung/Kelurahan Plumbungan, Karangmalang, Sragen, Selasa (4/12 - 2018) malam. (Solopos/Tri Rahayu)

Sragen - Serangan tawon kembali memakan korban. Kali ini, gerombolan tawon menyengat Wagimin (47), warga Dusun Padas, Desa Saradan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, hingga dilarikan ke rumah sakit, Senin (17/12/2018).

Kejadian itu bermula ketika Wagimin dimintai tolong Lasito, mantan Kadus II Singopadu, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, untuk membuat pagar tanah pekarangan dengan bahan bambu. Pagar pekarangan milik Lasito itu rusak karena terdampak proyek pembangunan talut jalan.

Sekitar pukul 08.00 WIB, Wagimin mendatangi pekarangan itu. Dia lantas memotong pohon bambu apus yang berada di pekarangan tersebut. Tanpa disadari Wagimin, di sela-sela rumpun bambu itu terdapat sarang tawon ndas atau tawon kunir yang dikenal punya sengatan mematikan.

Gerobolan tawon itu merasa terganggu dengan aktivitas Wagimin menebang pohon bambu. Gerombolan tawon itu menyerang Wagimin dengan sengatannya.

Menyadari dirinya dalam bahaya, Wagimin berusaha melarikan diri. Namun, tawon-tawon itu mengejar Wagimin yang berlari terbirit-birit. Wagimin akhirnya ditolong oleh warga lain yang melihatnya. Wagimin mengalami bentol-bentol di sekujur tubuhnya akibat disengat tawon. Ia merasanya nyeri yang luar biasa.

"Tawon-tawon itu berhamburan menyengat dan mengejar korban. Sekitar pukul 09.00 WIB, korban sempat berobat ke puskesmas setempat, namun ia akhirnya dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Masaran," terang Kasi Trantib Kecamatan Sidoharjo, Ratmanto, kepada Solopos.com.

Setelah kejadian serangan tawon itu, Ratmanto langsung melapor kepada Search and Rescue (SAR) Pengamanan Ormas Lingkungan Desa (Poldes) Sepat, Masaran, Sragen. Rencana pada Senin malam, SAR Poldes sepat bekerja sama dengan relawan dari PMI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Babinsa, dan Bhabinkamtibas setempat akan mengevakuasi sarang tawon di perkarangan milik Lasito tersebut.

Selain di Singopadu, SAR Poldes Sepat juga mendapat laporan adanya sarang tawon di Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, yang meresahkan warga sekitar. "Setiap laporan akan kami tindaklanjuti dengan menerjunkan tim untuk mengevakuasi sarang tawon tersebut," papar Korlap SAR Poldes Sepat, Masaran, Sragen, Bambang Sugianto.

 

Baca berita menarik lainnya dari Solopos.com.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya