3 Klub Sepak Bola yang Jadi Korban Pesawat Jatuh

Tragedi yang menimpa pemilik Leicester City bukan insiden pesawat terjatuh pertama yang menewaskan insan sepak bola.

oleh Marco TampubolonDiperbarui 15 Juni 2020, 13:56 WIB
Pemilik klub sepak bola Leicester City, Vichai Srivaddhanaprabha, meninggal dalam kecelakaan helikopter, 27 Oktober 2018 (AP/Matt Dunham)

Liputan6.com, Jakarta Leicester City tengah berduka. Pemilik klub berjuluk The Foxes, Vichai Srivaddhanaprabha, meninggal dalam kecelakaan helikopter, Sabtu malam waktu setempat (29/10/2018). 

Tragedi ini terjadi di lapangan parkir, King Stadium. Srivaddhanaprabha datang untuk menyaksikan duel Leicester melawan West Ham United dalam lanjutan Premier League 2018/19. Skor berakhir imbang 1-1 dan Srivaddhanaprabha berniat pulang saat helikopter jenis AgustaWestland AW169 yang ditumpanginya mengalami gangguan mesin. 

Sejumlah saksi mata melihat kalau baling-baling belakang bermasalah tidak lama setelah helikopter terbang. Tidak lama berselang, helikopter dengan nomor registrasi G-VSKP berputar-putar tak terkendali sebelum menubruk tanah di areal parkir King Stadium. 

Seluruh penumpang tewas akibat kejadian ini, termasuk Srivaddhanaprabha. Selain pengusaha 60 tahun itu, empat korban meninggal lainnya adalah staf Vichai, Nursara Suknamai dan Kaveporn Punpare, pilot Eric Swaffer, dan pilot kedua Izabela Roza Lechowicz.

Kepergian Vichai Srivaddhanaprabha tidak hanya menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan dan segenap klub The Foxes. Tragedi ini juga menambah panjang daftar insan sepak bola yang meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat terbang. Sebelumnya, insiden seperti ini bahkan pernah merenggut nyawa satu tim sekaligus. 

Berikut ini merupakan tiga tragedi pesawat jatuh yang juga menelan korban pesepakbola. 

 

 


Chapecoense

Ribuan warga dan fans Chapecoense memadati jalanan kota saat memperingati satu tahun kecelakaan pesawat Lamia 2933 di Arena Conda stadium, Chapeco, Santa Catarina, Brasil, (28/11/2017). Sekitar 19 pemain Chapecoense meninggal. (AFP/Nelson Meida)

28 November 2016 menjadi momen kelabu bagi klub asal Brasil ini. Bukan karena kalah menyesakkan dalam sebuah laga, tapi karena klub yang identik dengan warna hijau itu kehilangan hampir seluruh skuat intinya dalam kecelakaan pesawat LaMia Flight 2933.

Mereka termasuk dalam 77 korban meninggal dunia saat pesawat yang membawa mereka dari Santa Cruz de la Sierra, Bolivia menuju Medellín, Kolombia kecelakaan. Pesawat nahas tersebut kehabisan bahan bakar sebelum akhirnya menghantam pegunungan Cerro Gordo.

Saat kejadian, para pemain hendak bertanding melawan Atletico Nacional pada final Copa Sudamericana, kompetisi antarklub Amerika Latin yang setara dengan Liga Europa.

Tiga pemain selamat dalam kejadian tersebut. Mereka adalah bek kiri, Alan Ruchel (18), kiper cadangan, Jakson Follmann (19), dan bek tengah Neeto. Follmann harus kehilangan satu kakinya akibat kejadian ini dan segera memutuskan pensiun dari sepak bola.

Lanjut Baca:

Kiper utama, Danilo, juga masih hidup saat ditemukan tim penyelamat. Namun nyawanya tidak bisa diselamatkan. Dia tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya