Tertinggi di Dunia, Bunga Acuan Argentina Jadi 60 Persen

Bank sentral Argentina dongkrak suku bunga acuan menjadi 60 persen untuk menguatkan mata uang peso Argentina.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 31 Agustus 2018, 15:34 WIB
Ekspresi demonstran saat menentang kebijakan Presiden Mauricio Macri di Buenos Aires, Argentina, Senin (9/7). Demo menentang pinjaman International Monetary Fund (IMF) ini dilakukan tepat di Hari Kemerdekaan ke-202 Argentina. (AP Photo/Jorge Saenz)

Liputan6.com, Jakarta - Bank sentral Argentina menaikkan tingkat suku bunga acuan 15 poin menjadi 60 persen dari sebelumnya 45 persen. Tingkat suku bunga acuan itu termasuk tertinggi berdasarkan data the Associate Press.

Adapun langkah yang dilakukan bank sentral untuk menguatkan nilai mata uang Argentina yang tertekan. Selain itu, mengurangi kekhawatiran tren negatif di tengah tingkat inflasi yang mengkhawatirkan.

Mata uang Argentina peso merosot 15 persen dalam hitungan menit pada Kamis pagi waktu setempat. Hingga sentuh level rendah dengan satu dolar dapat beli dari 41 peso Argentina. Mata uang Argentina telah kehilangan hampir 50 persen nilainya sejak awal 2018.

Sebelumnya, Presiden Argentina Mauricio Macri mengatakan telah meminta Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) untuk percepat pencairan pinjaman sebesar USD 50 miliar. Tujuannya untuk meredakan kekhawatiran pasar.

"Kami melihat ekspresi baru dari kurangnya kepercayaan di pasar terutama kapasitas pembiayaan pada 2019. Keputusan ini bertujuan untuk hilangkan ketidakpastian apapun," ujar dia, seperti dikutip dari laman NPR, Jumat (31/8/2018).

Sementara itu, di Argentina, dukungan IMF tidak selalu datang untuk disambut. Banyak masyarakat Argentina masih menyalahkan keruntuhan ekonomi Argentina hampir dua dekade lalu seiring reformasi yang didorong organisasi internasional.

BBC melihat, pergi ke IMF merupakan langkah paling tidak disukai yang dilakukan seorang presiden di Argentina. Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde pun mengantisipasi dengan hasil yang lebih terang.

"Saya yakin komitmen kuat dan tekad pemerintah Argentina akan sangat penting dalam mengarahkan Argentina melalui situasi sulit saat ini. Pada akhirnya akan memperkuat ekonomi untuk kepentingan semua warga Argentina," tambah Lagarde.

 

 

* Update Terkini Jadwal Asian Games 2018, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Asian Games 2018 dengan lihat di Sini

 

Selanjutnya

Ribuan orang berdemonstrasi menentang kebijakan Presiden Mauricio Macri di Buenos Aires, Argentina, Senin (9/7). Demonstran menentang perjanjian antara IMF dan pemerintah Argentina. (AP Photo/Jorge Saenz)

IMF menyatakan akan sesuaikan waktu pemberian pinjaman yang disepakati pada Mei. Lagarde menuturkan, revisi dilakukan untuk mengingat kondisi pasar global yang lebih buruk dari sebelumnya.

Kondisi buruk itu sebagian berakar pada apa yang terjadi di Amerika Serikat. Bank sentral AS atau the Federal Reserve telah merespons ekonomi AS yang kuat dengan menaikkan suku bunga acuannya.

"Karena ekonomi AS menguat yang memiliki efek riak di pasar negara berkembang di seluruh dunia. Banyak dari negara ini meminjam sedikit di pasar global dan terutama melakukan banyak pinjaman dalam dolar ketika pinjaman dolar murah," ujar Ekonom Cornell University Eswar Prasad.

"Sekarang, dana tersebut kembali ke rumah ketika suku bunga AS meningkat. Itu memberi tekanan di pasar negara berkembang," tambah dia.

Hal itu termasuk Argentina, tidak terbatas pada negara Amerika Latin. "Mata uang di Turki, Afrika Selatan dan Indonesia alami berbagai perubahan karena dolar AS mengaut dan menarik lebih banyak investasi global dari pasar negara berkembang," kata Prasad.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya