Dilatih Sebanyak 10 Kali, Paskibraka dari DKI Jakarta Kembali Bawa Baki?

Meskipun Paskibraka tingkat nasional dari DKI Jakarta, Sarah, sudah berkali-kali dilatih jadi pembawa baki, belum tentu dia yang akan bertugas pada Hari H pelaksanaan.

oleh Aditya Eka Prawira diperbarui 17 Agu 2018, 06:00 WIB
Jika Dihitung Kasar, Paskibraka Putri dari DKI Jakarta, Jessenia Sarah Aurelia, Sudah Lebih dari Enam Kali Menjajal Posisi Pembawa Baki. Ini Saat Paskibraka yang Dibilang Mirip Chelsea Islan Latihan Gabungan (Foto: M Fajri Erdyansyah)

Liputan6.com, Jakarta Paskibraka dari DKI Jakarta pernah merajai dua posisi penting di tingkat nasional dua tahun silam. Nilam Sukma Pawening sebagai pembawa baki upacara di pagi hari, dan Amarik Fahri Marliansyah yang diberi tanggung jawab menggerek Sang Saka Merah Putih pada upacara HUT ke-71 RI di sore hari.

Sayang, posisi itu harus rela diserahkan kepada Paskibraka dari Jawa Timur satu tahun kemudian. Giliran Fariza Putri Salsabila menggantikan posisi Nilam dan Muhammad Wildan Arsyad yang berada di posisi Amarik.

Bagaimana nasib tuan rumah? Paskibraka 2017 dari DKI Jakarta, Ratu Lubis dan Evan harus puas berada di Kelompok 17.

Sementara, untuk tahun ini belum ada tanda-tanda bahwa Joddi Mursin Putra Elman dan Jessenia Sarah Aurelia akan merebut kembali tahta bergengsi tersebut.

Dari pantauan Diary Paskibraka, setidaknya Paskibraka putri dari Ibu Kota yang akrab disapa Sarah itu sedikit membawa angin segar, yang tidak menutup kemungkinan pula akan membawa kebahagian.

Sebab, siswi SMA Lab School Rawamangun tersebut cukup sering dilatih jadi pembawa baki selama Diklat Paskibraka 2018 berlangsung.

"Barangkali ada lebih dari 10 kali," ujar Sarah kepada Diary Paskibraka di Hotel Sriwijaya pada Kamis, 16 Agustus 2018.

 

2 dari 3 halaman

Dua Paskibraka yang Sering Dicoba Sebagai Pembawa Baki

Saat Latihan Gabungan Bersama Paspampres, Paskibraka yang Berasal dari SMA Labschool Rawamangun Ini Memang Cukup Sering Berada di Posisi Pembawa Baki. Sementara yang Jadi Baki Cadangan Adalah Tahta (Foto: M Fajri Erdyansyah)

Sarah seringkali dipasangkan dengan Tahta dari Sumatera Selatan. Sarah dan Tahta secara bergantian merasakan posisi sebagai pembawa baki dan baki cadangan.

Sedangkan tiga orang Paskibraka putra yang bertindak sebagai tim pengibar di kelompok tersebut adalah Genta Lembang (Lampung), Anada Micola (Jawa Timur), dan Dyka Ade Susilo (Kalimantan Selatan).

Diary Paskibraka, mencatat, posisi terus seperti itu sampai gladi kotor hari pertama di Istana Negara. Namun, keesokan harinya sudah tak tampak ada Sarah di belakangan Tahta.

"Saat gladi kotor terakhir dan gladi bersih, yang di belakang Tahta adalah Fuji. Sementara aku di kelompok 17," ujar Sarah.

 

3 dari 3 halaman

Sebatas Prediksi Diary Paskibraka

Saat Gladi Kotor di Istana Negara, Sudah Tak Tampak Sarah Menempati Posisi Sebagai Pembawa Baki. Giliran Paskibraka dari Sumatera Selatan, Tahta, yang Menjajal Posisi Tersebut (Foto: M Fajri Erdyansyah)

Ini masih sebatas prediksi yang dibuat oleh tim Diary Paskibraka. Sekali lagi yang harus digarisbawahi, sering dilatih bukan berarti dia yang akan ditugaskan.

Banyak aspek dan faktor yang dijadikan penilaian sampai akhirnya pelatih memutuskan Paskibraka mana yang dirasa layak mengemban tugas penting mengambil Sang Saka Merah Putih dari Presiden untuk kemudian dikibarkan.

Apakah Sarah akan bertugas sebagai pembawa baki atau tidak, baru akan diumumkan lima menit sebelum upacara 17 Agustus dimulai.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya