Diduga Anggota NII, Pemuda di Bima Menghilang

Seorang pemuda asal Bima, NTB, menghilang setelah membawa pergi Rp 50 juta serta emas. Keluarga menduga, Ahmad menjadi korban cuci otak kelompok NII.

oleh Liputan6Diterbitkan 24 Oktober 2011, 04:01 WIB
Liputan6.com, Bima: Seorang pemuda asal Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, menghilang setelah membawa pergi Rp 50 juta serta emas. Keluarga menduga, Ahmad menjadi korban cuci otak kelompok Negara Islam Indonesia (NII). Karena sebelum menghilang terlihat prilaku Ahmad mencurigakan.

Keluarga sudah melaporkan hilangnya Ahmad ke Markas Kepolisian Sektor Rasanae Barat, Kota Bima, belum lama ini. Pemuda berusia 27 tahun itu tak ada di rumah sejak Rabu silam. Sebelumnya Ahmad meminta Rp 50 juta yang akan dipakai untuk membayar utang.

Perginya Ahmad secara misterius bukan yang pertama kali. Pertengahan 2010 silam, Ahmad pernah menghilang. Sebelum pergi ia meminta uang sebanyak Rp 45 juta dan emas 20 gram kepada orangtua. Alasan dia akan digunakan untuk membayar biaya masuk seleksi calon pegawai negeri sipil (PNS) di Merauke, Papua.

Kemudian awal Oktober silam, tiba-tiba Ahmad muncul. Ia mengaku sudah lulus menjadi PNS di Merauke.

Hilangnya Ahmad untuk kedua kali menambah beban psikologis keluarga. Tak hanya itu, beban ekonomi juga mendera karena semua uang yang diminta Ahmad adalah hasil meminjam pada tetangga dan kerabat.

Kini keluarga cuma bisa pasrah seraya berharap, anak terakhir pasangan Khadijah dan Usman, warga Dusun Mekar, Kabupaten Bima itu bisa segera pulang.

Sementara Ilyas, teman Ahmad yang menjadi orang terakhir bertemu Ahmad sebelum menghilang mengaku sempat melihat rekannya membawa uang dalam jumlah banyak.(AIS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya