Polisi: Bom Gereja Surabaya Berkekuatan High Explosive

Polri menggeledah rumah keluarga pelaku peledakan bom gereja di Surabaya, Jawa Timur.

oleh Rita Ayuningtyas diperbarui 13 Mei 2018, 20:36 WIB
Petugas memasang garis polisi dekat lokasi ledakan bom di Gereja Santa Maria, Surabaya, Minggu (13/5). Polisi Selain di Gereja Katolik Santa Maria, dua ledakan lain di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya dan Gereja Kristen Jawi Wetan. (AP/Trisnadi)

Liputan6.com, Surabaya - Polri menggeledah rumah keluarga pelaku peledakan bom gereja di Surabaya, Jawa Timur. Pada penggeledahan tersebut, tim gabungan menemukan sejumlah bahan berbahaya yang biasa digunakan untuk membuat peledak.

Salah satu bahan yang berbahaya yang ditemukan di rumah yang terletak di Jalan Wonorejo, Surabaya, adalah triacetone triperoxide (TATP). Bahan inilah yang menyebabkan bom di tiga gereja berkekuatan tinggi.

"Termasuk high explosive, yang TATP itu tadi ya," ujar Kapolrestabes Surabaya, Komisaris Besar Rudi Setiawan, di kompleks perumahan pelaku bom gereja, Surabaya, Minggu (13/5/2018).

Menurut dia, tim juga menemukan tiga bungkusan plastik yang masing-masing di dalamnya terdapat dua pipa. Pipa-pipa tersebut sudah berisi TATP. 

Oleh karena itu, tim Jihandak dan Gegana kemudian meledakkan paket bom tersebut.

Tim pun menemukan styrofoam yang digunakan di bom gereja yang diledakkan di Jalan Arjun. Styrofoam ini digunakan untuk memperbesar pembakaran.

"Dan beberapa yang kita temukan ada belerang, aseton, HCL (air keras), aqua des, H2O, black powder, korek kayu," kata Rudi.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya