22-2-1997: Ilmuwan Skotlandia Berhasil Kloning Domba Bernama Dolly

Hadirnya Dolly menjadi cikal bakal alias tonggak sejarah kloning atau Biological Clonne di dunia. Hal ini juga jadi trobosan signifikan dalam dekade 1990-an.

oleh Teddy Tri Setio Berty diperbarui 22 Feb 2018, 06:00 WIB
Ilustrasi Foto Domba (iStockphoto)

Liputan6.com, Edinburgh - Tepat hari ini tahun, 21 tahun silam seorang ilmuwan Skotlandia bernama Keith Campbell berhasil melakukan kloning terhadap hewan mamalia pertama yaitu domba.

Seekor domba hasil kloning itu diberi nama Dolly. Domba hasil pengklonaan itu diciptakan di Roslin Institute, Edinburg, Skotlandia.

Sebenarnya, Dolly lahir pada 5 Juli 1996. Namun, ia baru dipublikasikan ke media dan masyarakat beberapa bulan setelahnya, demikian dikutip dari laman BBC History, Kamis (22/2/2018).

Domba hasil duplikat ini tampil di hadapan media internasuonal dalam kondisi sehat. Kala itu itu berusia sekitar tujuh bulan. Salah satu ciri-cirinya yaitu mirip dengan DNA domba pendonor.

Hadirnya Dolly menjadi cikal bakal alias tonggak sejarah kloning atau Biological Clonne di dunia. Hal ini juga jadi trobosan signifikan dalam dekade 1990-an.

Namun domba ciptaan ini memicu kontroversi dari segi etika dan agama. Ada paham yang menyebut kloning sah-sah saja. Tapi ada juga yang menilai hal itu dilarang.

Meski begitu, ilmuwan dari Roslin Institute mengklaim kloning tersebut merupakan cara untuk mempelajari sejumlah penyakit genetik yang hingga kini belum ada obatnya.

"Ini juga berguna melacak mekanisme yang terjadi pada penyakit genetik," kata pakar embrio Roslin Institute, Ian Wimut.

Pada proses kloning ini, tim dari Skotlandia memasukkan DNA dari sel domba pendonor ke dalam sebuah telur yang kemudian dimasukkan ke domba betina lain.

Kloning tersebut tak hanya berhenti pada domba Dolly. Tim ilmuwan dari Edinburg tersebut berhasil melakukan 2 kloning serupa, yang juga menjadikan domba sebagai objek.

Pada 2013 lalu, sekelompok ilmuwan Jepang dari RIKEN BioResource Centre mengklaim berhasil mengkloning tikus betina. Hanya dari setetes darah.

Sementara itu, ilmuwan Oregon Health & Science University Amerika Serikat, Shoukhrat Mitalipo dan para koleganya mengumumkan keberhasilan mereka memprogram ulang sel kulit manusia ke kondisi embrionik, dalam jurnal Cell. Mirip teknik kloning Dolly.

Namun, mereka menyebut, tujuan studi bukan untuk menghasilkan kloning manusia, namun memproduksi garis sel induk embrionik yang bisa dikembangkan menjadi otot, syaraf, otak, jantung, atau sel-sel lainnya yang membentuk jaringan tubuh.

Dalam peristiwa sejarah yang terpisah, pada 22 Februari 1991, Presiden George H.W. Bush mengancam Irak jika hingga keesokan harinya negara itu tidak keluar dari Kuwait maka mereka akan menghadapi kekuatan sekutu.

Sementara itu, pada 22 Februari 1955, Maureen Connolly, salah satu pemain tenis terbesar Amerika memutuskan gantung raket setelah mengalami cedera akibat kecelakaan saat berkuda.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya