Liputan6.com, Jakarta - Politisi Partai Golkar Yorrys Raweyai beranggapan kasus yang tengah melilit Ketua Umum nonaktif Partai Golkar Setya Novanto di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa menggerus elektabilitas partai berlambang beringin tersebut.
"Masalah Setnov sebenarnya enggak serumit yang kita bayangkan, tapi dinamika ini menggerus suara Golkar," ujar Yorrys di Kantor Formappi, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (30/11/2017).
Advertisement
Apalagi, menurut dia, bisa jadi Partai Golkar tak akan mendapatkan perolehan suara yang diinginkan dalam pemilu yang akan digelar pada 2019.
"Ini jadi pertarungan parpol untuk Pileg dan Pilpres 2019. Kalau Golkar cuma lima persen, mana ribut kayak sekarang, itu yang jadi masalah teman-teman di Golkar," kata Yorrys.
Dia mengatakan, Golkar terkesan sangat membela tersangka korupsi e-KTP itu. Semua terlihat lantaran belum adanya munaslub yang digelar pascapenetapan tersangka terhadap Ketua Umum nonaktif Partai Golkar itu.
"Terkesan Golkar yang membela koruptor, sehingga bertentangan dengan komitmen kita. Golkar dukung Jokowi-JK memberantas narkotika, korupsi dan lain-lain," terang dia.
Bertemu Presiden Jokowi
Sebelumnya, Yorrys Raweyai mengakui kalau sejumlah pengurus DPD tingkat I partai berlambang pohon beringin menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Bogor, Kamis pagi.
Dia lalu menyebut jika pertemuan ini dipimpin oleh politikus Partai Golkar yang juga Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.
"Memang dia (Airlangga Hartarto) yang mimpin," ujar Yorrys di Jakarta, Kamis siang.
Menurut Yorrys, sejumlah pengurus DPD tingkat I itu datang untuk meminta kesediaan Presiden Jokowi hadir dalam musyawarah nasional luar biasa (munaslub) Golkar, yang akan segera diselenggarakan.
"Meminta kesediaan Pak Jokowi hadir di munaslub nanti," tegas Yorrys.
Selain itu, lanjut Yorrys, pertemuan tersebut sekaligus menegaskan kembali dukungan pengurus DPD tingkat I Partai Golkar terhadap Presiden Jokowi.
"Pokoknya yang pertama memberikan dukungan kepada Jokowi dan mendukung Airlangga memimpin ke depan, dan segera melaksanakan munaslub," ucap dia.
Saksikan video pilihan berikut ini: