Jemput Masa Depan Bersama "Langit Biru" Pertamina

Sesuai dengan harapan, PT Pertamina (Persero) pun membuat proyek kilang bertajuk “Langit Biru” di Cilacap.

oleh Estrin Vanadianti Lestari diperbarui 27 Nov 2017, 18:50 WIB
Proyek langit biru Pertamina

Liputan6.com, Jakarta Langit adalah salah satu karya sang pencipta yang sangat indah. Ruang luasnya terbentang panjang hingga mampu menampung banyak benda. Benda tersebut pun turut menghiasi keindahannya, seperti matahari di siang hari serta bintang dan bulan di malam hari.

Namun kini, keindahan langit tersebut sudah jarang disaksikan. Langit tak sebiru biasanya. Ia sering sekali tertutup oleh kabut asap yang mengepung, baik dari asap kendaraan atau pun asap kebakaran.

Seperti diketahui, setiap tahun jumlah kendaraan yang ada di Indonesia terus bertambah. Hampir semua kendaraan pun menggunakan bahan bakar minyak (BBM) yang selalu mengeluarkan gas buangan yang membahayakan dan menyebabkan polusi. Gas buangan kendaraan yang paling mengkhawatirkan adalah CO2 (karbon dioksida) dari hasil pembakaran yang tidak sempurna. Gas tersebut dapat menyebabkan O2 (oksigen) yang ada di bumi semakin menurun. Selain itu, dapat membuat lapisan ozon di bumi semakin menipis sehingga suhu semakin panas dan cuaca yang tidak menentu.

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara, PT Pertamina (persero) ingin mengembalikan langit biru seperti dulu kala. Langit biru yang dimaksud adalah langit yang bersih, sehat, dan jauh dari kepungan asap. PT Pertamina (persero) menyadari bahwa seluruh masyarakat Indonesia sangat bergantung pada transportasi. Maka dari itu, perusahaan yang sudah berdiri sejak 1957 ini ingin segera membenahi masalah tersebut dari penggunaan bahan bakarnya.

Sesuai dengan harapan, PT Pertamina (Persero) pun membuat proyek kilang bertakjub “Langit Biru” di Cilacap. Proyek kilang ini adalah salah satu proyek strategis yang mampu meningkatkan produksi BBM dari Premium (Ron 88) menjadi Pertamax (Ron 92). Bahan bakar yang diluncurkan pada 10 Desember 2002 ini sudah berstandar internasional EURO 2. Dengan kadar oktan minimal 92, Pertamax dapat membuat pembakaran mesin lebih bagus dan mampu mencegah terjadinya knocking di dalam mesin sehingga suara mesin lebih halus.

Tak hanya itu, ternyata Pertamax juga bahan bakar ramah lingkungan. Sebab, Pertamax tidak menggunakan campuran timbal dan metal yang sering digunakan pada bahan bakar lain untuk meningkatkan nilai oktan. Kadar oktan yang dimiliki Pertamax mengandung zat aditif Ecosave Technology yang membantu pembakaran lebih sempurna dan tidak ada gas yang terbuang.

Sebagai generasi millennials, sudah sepatutnya mendukung proyek-proyek yang membangun lingkungan menjadi lebih baik. Dengan beralih ke bahan bakar Pertamax, sama saja sudah ikut menyelamatkan bumi dari bahaya dan juga sudah menyelamatkan banyak orang dari dampak polusi.

Tak hanya beralih ke Pertamax, kita juga bisa menambah cara lain. Cara apa itu? Yakni dengan mengampanyekan proyek kilang langit biru. Kampanye bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, dan melalui apa saja. Kita bisa berkampanye melalui mulut ke mulut ataupun sosial media. Semakin banyak orang yang tahu, maka semakin banyak juga orang yang sadar bahwa sudah sepatutnya turut berkontibusi terhadap proyek yang membangun negeri.

Kita adalah generasi penerus bangsa. Masih ada insan-insan yang akan lahir setelah ini, baik itu anak, cucu, hingga cicit kita. Mereka pasti menginginkan masa depan yang cerah, sehat, dan penuh dengan harapan-harapan baru. Sebagai pendahulunya, kita pasti ingin masa depan yang cerah tersebut terwujud dengan baik, bukan? Lalu, apakah ancang-ancang kita untuk mementingkan kualitas hidup masa depan yang lebih baik akan terwujud?

Optimis. Satu kata yang harus dibangun oleh seluruh generasi millennials. Dengan rasa optimis, menjadikan kita untuk tidak menyerah, tetap semangat, dan tetap berusaha untuk perwujudan hal tersebut. Jangan takut untuk mulai berkontribusi dan berubah menjadi lebih baik. Seperti ciri khas warna Pertamax, biru melambangkan jernih dan terang. Jika masa depan ingin jernih dan terang, maka mulailah perubahan.

Hidup ini hanya sekali, maka jangan sekali-sekali membiarkan hidup berada di masalah besar. Marilah kita bersama-sama menjadi Generasi Langit Biru. Generasi yang mampu menjemput masa depan yang lebih baik dan berkualitas.

 

Penulis:

Ade Rachma Unzilla

Finalis Citizen Journalist Academy - Energi Muda Pertamina Jakarta

 

Ikuti juga liputan dan kegiatan Finalis Citizen Journalist Academy - Energi Muda Pertamina dari 3 kota di Indonesia melalui www.liputan6.com/pages/energi-muda-pertamina. Program creative mentorship dari Redaksi Liputan6.com, Indosiar bekerjasama dengan Pertamina untuk 90 mahasiswa kreatif yang telah lolos seleksi dari ribuan pendaftar di Jabodetabek, Semarang & Balikpapan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya