Liputan6.com, Milan - Striker Inter Milan, Mauro Icardi mengungkap alasan kenapa ia meninggalkan Barcelona di masa remajanya dan lebih memilih bergabung dengan Sampdoria. Ia mengakui bahwa dirinya tidak cocok bermain di Barcelona.
Ya, Icardi memang merupakan pemain jebolan akademi La Masia. Ia hengkang dari Barcelona pada tahun 2011, dan bergabung dengan Sampdoria dengan harga yang sangat murah, yakni 300 ribu euro. Waktu itu usianya baru 17 tahun. Sebelum ke Kota Genoa, ia sempat menelusuri informasi mengenai Sampdoria lewat internet.
Advertisement
“Itu benar. Saya harus googling Sampdoria karena saya belum pernah mendengar tentangnya. Sebagian rekan saya di Barcelona mencandai saya karena saya akan bermain dengan Antonio Cassano dan Giampaolo Pazzini,” ungkap Icardi kepada Inter TV, seperti dilansir Football Italia, Rabu (9/11/2017).
“Itu adalah pilihan meninggalkan Barcelona karena gaya permainan saya di Barcelona tidak cocok dengan saya. Lalu saya menuju Sampdoria. Saya berterima kasih atas kehadiran Pedro Obiang,” ujar striker 24 tahun itu.
Enam musim merumput di Serie A, Icardi sudah membukukan 92 gol dan 26 assist sejauh ini. Hal yang paling menyenangkan baginya adalah bisa membobol gawang Juventus.
“Karena mereka rival Inter. Itu adalah pertandingan klasik dalam sepakbola Italia tiap kali melawan mereka. Saya mencetak gol ke gawang mereka baik saat bersama Sampdoria maupun dengan Inter,” katanya.
Selain Juventus, Icardi juga selalu punya kesan khusus terhadap derby melawan AC Milan. Baginya, bisa bermain melawan I Rossoneri adalah momen yang luar biasa.
“Hattrick saya di laga derby lawan Milan kemarin itu tidak bisa saya deskripsikan. Melengkapi hattrick dengan kemenangan 3-2 itu rasanya gimana gitu. Saya juga masih agak menyesal gagal penalti dalam pertandingan yang berakhir 2-2 musim lalu. Perasaan yang Anda peroleh dari fans setelah kemenangan itulah hal yang terbaik,” kata top scorer Inter Milan tersebut.
Gagal Perkuat Timnas Argentina
Icardi tadinya sempat ditawari bermain untuk Timnas Italia. Namun ia menolak dan lebih lebih Argentina.