Jangan Khawatir Transaksi Nontunai di Tol Pejagan-Pemalang

Masih ada pengguna jalan Tol Pejagan-Pemalang yang lupa mengisi saldo e-money. Namun, penjaga tol tetap bersiaga.

oleh Fajar Eko Nugroho diperbarui 01 Nov 2017, 04:03 WIB
Masih ada pengguna jalan Tol Pejagan-Pemalang yang lupa mengisi saldo e-money. Namun, penjaga tol tetap bersiaga. (Liputan6.com/Fajar Eko Nugroho)

Liputan6.com, Brebes - Tiga hari masa uji coba pemberlakuan transaksi nontunai sejak Minggu, 29 Oktober 2017, hingga Senin, 31 Oktober 2017, tiga titik masuk dan keluar Tol Pejagan-Pemalang kini 100 persen menggunakan uang elektronik.

Ketiga titik masuk dan keluar tol di jalur Pantura Barat itu berada di Pejagan, Brebes Barat, dan Brebes Timur. Menurut Kepala Seksi Pengumpulan Tol Kanci-Pejagan, Ian Dwinanto, secara umum tak ada kendala berarti dalam uji coba itu.

Meski demikian, ia mengaku terdapat kendala penerapan transaksi nontunai di ruas tol itu karena sejumlah pintu keluar tol masih menggunakan gardu manual atau belum seluruhnya memiliki fasilitas GTO (gardu tol otomatis).

"Jadi secara umum sudah siap 100 persen nontunai, hanya saja pintu keluar meskipun sudah nontunai,tapi masih ada petugasnya untuk bantu taping ke alatnya transaksinya," katanya.

Kendala lainnya yang juga dihadapi adalah saldo uang elektronik pengguna tol yang tak mencukupi. Mereka yang mengalami beralasan lupa mengecek saldo.

"Jika saldonya habis, bisa melalui penjaga gardu tol dan promo ini berlak sampa tanggal 15 November 2017 mendatang," ujarnya.

Pihaknya juga mengantisipasi pelanggan tol yang belum memiliki kartu dengan pembagian kartu e-toll gratis bernilai 0 rupiah. "Bisa digunakan setelah top up," ucapnya.

Ian menjelaskan, untuk pembelian kartu e-toll dengan kartu unik berhak mendapatkan harga spesial. Jika top up Rp 50 ribu, saldonya juga Rp 50 ribu. Batasan top up adalah Rp 1 juta.

Menurut dia, penggunaan e-tol mampu memperlancar arus kendaraan di pintu tol. "Jadi mulai besok sampai seterusnya tidak ada lagi transaksi tunai di tol. Semuanya sudah gunakan e-tol atau non tunai," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Tegal Joni Marsius memastikan isu stok e-toll atau kartu unik habis adalah tidak benar. Ketersediaan kartu itu masih cukup banyak untuk memenuhi permintaan konsumen pengguna layanan jalan tol.

"Silahkan beli di outlet resmi ataupun perbankan yang sudah ditunjuk menggunakan jasa layanan nontunai. Stoknya adalah kalau 1.500 buah yang siap dibeli masyarakat," ucap Joni Marsius.

Untuk top up e-toll, perbankan juga sudah menyediakan dua alat transaksi menggunakan kartu ATM debit ataupun kredit di setiap gardu tol.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya