Cara Pihak Ancol Kelola Sampah Wisata yang Terus Menggunung

Sampah di kawasan wisata menjadi momok menakutkan di banyak negara, termasuk Indonesia.

oleh Ahmad Apriyono diperbarui 24 Okt 2017, 13:30 WIB
Warga memadati Pantai Ancol, Jakarta, Senin (26/6). Memasuki hari kedua lebaran Warga DKI Jakarta memanfaatkan liburnya bersama keluarga bertamasya ke tempat-tempat wisata Favorit mereka yang ada di Jakarta kususnya Ancol. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Sampah di kawasan wisata menjadi momok menakutkan di banyak negara, termasuk Indonesia, terlebih budaya membuang sampah pada tempatnya belum menjadi tradisi yang melekat di masyarakat. Untuk itu, kawasan Ancol sebagai salah satu destinasi wisata favorit warga Jakarta sadar betul bagaimana cara mengolah sampah wisata agar tidak menjadi masalah ke depan.

Rika Lestari, Corporate Communication Manager saat dihubungi Liputan6.com, Senin (23/10/2017) mengatakan, pengolahan sampah di kawasan Ancol sebenarnya sudah dimulai sejak 2012 dan diresmikan Fauzi Bowo, yang kala itu menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta. Tempat pengolahan sampah mandiri “Ancol Zero Waste” tersebut memiliki luas mencapai 360 meter persegi dan terletak di bagian timur kawasan rekreasi Ancol.

Proses pengolahan sampahnya sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik akan diubah menjadi pupuk kompos yang kemudian digunakan sendiri untuk tanaman hijau di sekitar Ancol. Sedangkan sampah anorganik akan didaur ulang.

Menurut informasi yang diterima Liputan6.com, secara keseluruhan, sampah yang dihasilkan dari beragam atraksi wisata yang ada di dalam kawasan Ancol, seperti Atlantis Water Adventure, Dunia Fantasi, Allianz Ecopark, Seaworld, Putri Duyung Ancol, dan Ocean Dream Samudera rata-rata berjumlah 122 meter kubik per bulan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 persennya mampu diubah menjadi pupuk kompos dan sisanya didaur ulang.

Sementara untuk kawasan taman dan pantai, jumlah sampah wisata jauh lebih besar, yaitu menembus angka hingga 45.713 meter kubik atau rata-rata 3.809 meter kubik per bulan. Sayangnya, karena keterbatasan kapasitas pengolahan, sampah-sampah tersebut belum bisa diolah secara mandiri.

Selain upaya membangun lebih besar kapasitas pengolahan sampah, pengelola Ancol tentu juga mengharapkan kesadaran masyarakat yang berwisata untuk menjaga kebersihan pantai dengan tidak membuang sampah sembarangan, demi menjaga kelestarian alam.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya