Startup dan Investor Harus Kompak Intip Peluang di Indonesia

East Ventures mengimbau baik para pelaku startup dan investor harus sama-sama jeli mengintip peluang di pasar Indonesia. Apa alasannya?

oleh Andina Librianty diperbarui 23 Okt 2017, 16:38 WIB
Pengunjung melihat pameran startup pada Global Mobile Internet Conference (GMIC) Indonesia di ICE BSD, Tangsel, Selasa (26/9). GMIC diharapkan menjadi tempat bagi para katalis di bidang teknologi bertemu dan bertukar pikiran. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia termasuk pasar yang menjanjikan untuk startup dan para investor. Penetrasi internet dan banyaknya konsumen Indonesia, menjadi faktor yang dapat membantu perkembangan bisnis startup hingga akhirnya bisa menarik minat Venture Capital (VC) untuk berinvestasi.

Diungkapkan analis dari East Venture, Elisa Suteja, startup dan para investor harus sama-sama jeli melihat peluang di pasar Indonesia. Startup yang bagus, katanya, pasti bisa menarik perhatian investor.

"Indonesia itu pasar yang bagus. Karena itu, startup dan investor harus pandai-pandai melihat pasar Indonesia. Mobile internet kita tinggi, penetrasi internet bagus dan ada banyak konsumen, jadi tinggal pilih saja apa yang ingin dibuat secara spesifik," kata Elisa saat ditemui Tekno Liputan6.com di kawasan Kuningan, Senin (23/2017).

East Venture sebagai salah satu modal ventura di Indonesia, memiliki dua fokus utama ketika memutuskan berinvestasi pada sebuah startup, yaitu founder dan pasar yang dituju. Founder yang pintar pasti bisa membuat produk bagus dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Mengingat peluang besar di pasar Indonesia, Elisa berharap para startup bisa memanfaatkan peluang dengan baik. Kunci utamanya adalah bisa memberikan produk yang benar-benar dibutuhkan dan bisa fleksibel mengikuti berbagai perubahan yang mungkin nantinya memengaruhi bisnis mereka.

"Untuk memulai, startup harus terlebih dahulu melihat apa masalah yang ada di sini (Indonesia) dan apa yang bisa dibantu dengan teknologi. Kemudian tentukan solusi apa yang bisa diberikan. Kami ingin lihat suatu yang sangat unik yang bisa menarik konsumen," jelasnya.

Selain itu, Elisa juga mengimbau startup agar bisa mematangkan konsep mereka, sehingga bisa menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan di kemudian hari.

Konsep yang bagus tanpa ada peluang menjadi sebuah bisnis, tentunya tak akan bisa menarik investor. Hal semacam ini, kata Elisa, sering dialami startup Indonesia yang gagal.

"Untuk bisa menarik investor, matangkan konsep agar bisa menjadi bisnis. Kalau masih ada gap antara konsep dan bisnis, maka harus diperbaiki lagi," tambah Elisa.

East Ventures sendiri merupakan salah satu modal ventura yang aktif berinvestasi pada startup Indonesia. Pada 2016, East Venture memberikan pendanaan kepada 19 startup lokal mulai dari software akutansi Jurnal hingga layanan peminjaman untuk para mahasiswa bernama Cicil.

Saat ini East Venture telah memiliki 91 portofolio aktif di seluruh Asia Tenggara, dengan 80 persen diantaranya berada di Indonesia.

(Din/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya