Facebook Uji Coba Status yang Bisa Hilang Sendiri

Status tersebut hanya bisa digunakan untuk teks, dan bisa menghapus dirinya sendiri sesuai dengan waktu yang ditentukan pengguna.

oleh Jeko I. R. diperbarui 20 Okt 2017, 15:00 WIB
Fitur foto berlatar warna pada update status Facebook.

Liputan6.com, Menlo Park - Facebook dikabarkan tengah menguji coba status yang menghilang sendiri. Cara kerja status tersebut mirip dengan posting Instagram Stories dan Snapchat, yang akan terhapus dalam waktu satu hari.

Seperti dilansir Telegraph, Jumat (20/10/2017), fitur bernama "Temporary Profile Status" tersebut mengizinkan pengguna untuk menulis status teks dalam 101 karakter. Status tidak bersifat permanen, maka itu bisa menghilang dalam waktu yang ditentukan penggunanya.

Alasan Facebook menggulirkan fitur ini, tak lain karena ingin mengajak pengguna untuk lebih sering mengunggah posting status dalam teks. Karenanya, media sosial milik Mark Zuckerberg tersebut mengklaim status ini adalah fitur 'jadul' yang sudah lama ada di Facebook, tetapi hadir dalam sentuhan modern, yakni bisa menghilang dengan sendirinya.

Facebook memang tak berhenti berinovasi merombak fitur-fitur pada statusnya. Sebelum menguji status yang bisa menghapus dirinya sendiri, perusahaan yang berbasis di Menlo Park, Amerika Serikat ini juga menghadirkan fitur di mana pengguna bisa mem-posting status dengan latar berwarna-warni.

Tak cuma itu, Facebook juga 'menyontek' fitur Stories yang ada di Snapchat ke sejumlah platform-nya, mulai dari Facebook sendiri, Instagram hingga Snapchat.

Facebook Stories diyakini bisa menjadi ladang uang baru bagi perusahaan tersebut. Dengan lebih dari 2 miliar pengguna, Facebook dapat memonetisasi layanan tersebut ke pengiklan, seperti yang sudah dilakukan oleh Instagram Stories.

Sejumlah analis memperkirakan, kehadiran fitur ini merupakan strategi perusahaan melawan Snapchat. Strategi itu dilaporkan berhasil dengan pengguna Instagram Stories yang jumlahnya melewati pengguna Snapchat.

Pada kenyataannya, Instagram Stories yang paling memegang kemudi. Jumlah pengguna aktif bulanannya kini mencapai 250 juta orang. Sementara, WhatsApp dan Facebook Stories tidak terlalu menuai respons positif.

(Jek/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya