Jalur Trans Papua Jadi Proyek Prestisius Jokowi-JK di Tahun Ketiga Memerintah

Jalan ini diharapkan dapat membuka kawasan yang terisolasi, menekan kemahalan harga, dan meningkatkan konektivitas antar wilayah di Papua.

oleh Sunariyah diperbarui 17 Okt 2017, 13:59 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Tiga tahun lalu 20 Oktober 2014 pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla resmi memimpin Indonesia. Dengan membawa gagasan Nawacita, berisi sembilan ide pokok pembangunan bangsa, Jokowi-JK mantap melangkah ke Istana hingga 2019. Kini tiga tahun berselang berbagai kebijakan yang diambil Jokowi-JK menjadi perhatian publik.

Baru di pemerintahan inilah harga bahan bakar minyak di Papua, bagian paling timur Indonesia, sama dengan di daerah lainnya. BBM satu harga di seluruh Indonesia diharapkan mampu memacu detak jantung ekonomi nasional.

Seperti ditayangkan Liputan6 Siang SCTV, Selasa (17/10/2017), di masa pemerintahan Jokowi-JK pembangunan Indonesia tak hanya berpusat di Pulau Jawa. Pembangunan jalan Trans Papua merupakan salah satu dari proyek prestisius pemerintahan Jokowi-JK di Papua dan Papua Barat.

Medan yang berat dan situasi keamanan yang kadang rawan, membuat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melibatkan TNI dalam proyek yang bertujuan memicu kemakmuran rakyat bumi cenderawasih itu.

Jalan ini diharapkan akan membuka kawasan yang terisolasi, menekan kemahalan harga, dan meningkatkan konektivitas antar wilayah di Papua. Di Papua, Presiden Jokowi telah meresmikan pos lintas batas negara yang menjadi batas antara Indonesia dan Papua Nugini yang terletak di Skouw, Jayapura, Papua.

Presiden Jokowi menegaskan, pembangunan pos lintas batas negara dengan megah menjadi kebanggaan warga lokal dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan ekonomi.

Pos Lintas Batas Motaain yang terletak di Belu, Nusa Tenggara Timur juga berdiri megah menghadap negeri tetangga Timor Leste. Kini pos lintas batas menjadi tempat wisata baru bagi warga lokal maupun wisatawan asal Timor Leste.

Tidak hanya itu, pos lintas batas antar negara di Entikong juga dibangun gagah menghadap ke negara tetangga Malaysia. Pembangunan pos lintas batas, tak hanya untuk pos penjagaan antar negara, tapi juga menjadi kebanggan warga Indonesia di pintu masuk ke dua negara.

 

 

 

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya