Usai Rapat Pleno Golkar, Setya Novanto Langsung Menghilang

Setya Novanto sama sekali tidak terlihat keluar melalui pintu mana.

oleh Devira Prastiwi diperbarui 11 Okt 2017, 22:09 WIB
Ketua Umum DPP Golkar Setya Novanto saat tiba menghadiri rapat pleno di Gedung DPP Golkar, Jakarta, Rabu (11/10). Setya Novanto juga telah memenangkan sidang praperadilan terkait kasus e-KTP. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Partai Golkar menyelenggarakan rapat pleno yang dipimpin langsung Ketua Umum Setya Novanto. Rapat yang digelar tertutup itu berlangsung di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta.

Usai rapat pleno, Novanto yang pada awal tampak terlihat, langsung 'hilang' tanpa jejak. Dia sama sekali tidak terlihat keluar melalui pintu mana.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Idrus Marham menegaskan, dirinya sudah ditugaskan oleh Setya Novanto untuk berbicara soal hasil rapat pleno.

"Tadi dia (Novanto) cepat-cepat pergi karena itu ditugaskan ke saya," ujar Idrus di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Rabu (11/10/2017).

Dia menjelaskan, Sekjen itu bertugas menjadi juru bicara partai. Sehingga, apabila dirinya sudah diminta untuk bicara, ia akan memberikan penjelasan.

"Sekjen ini sebagai juru bicara partai Golkar yang diputuskan dalam rapat pleno. Maka apabila ada penyampaian seperti ini maka sekjen ditugaskan," ujar Idrus.

 

2 dari 2 halaman

Alasan Setnov Menghilang

Saat awal konferensi pers penyampaian hasil rapat pleno, Idrus pun meminta maaf karena Novanto tidak bisa ikut serta. "Mohon maaf Pak Setya Novanto harus meninggalkan tempat karena ada agenda di tempat lain dan menugaskan kepada kami," kata dia.

Ketika ditanyakan apa agenda dan sebab 'menghilangnya' Novanto, Idrus menjawab singkat. "Lailaha ilallah," ucap dia singkat.

Saat konferensi pers, Novanto didampingi oleh Koordinator Bidang atau Korbid Kesejahteraan Masyarakat Roem Kono, Ketua Bidang Organisasi dan Daerah Freddy Latumahina, Korbid Kajian Strategis dan SDM Lodewijk Friedrich Paulus, dan Korbid Polhukam Eko Wiratmoko.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya