Jokowi: Negosiasi dengan Freeport Memang Alot

Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara mengenai surat dari CEO Freeport McMoran Inc.

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 05 Okt 2017, 21:25 WIB
Freeport Indonesia (AFP Photo)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara mengenai surat dari CEO Freeport McMoran Inc, yang berisi tentang penolakan posisi pemerintah dalam hal pelepasan saham (divestasi) 51 persen.

Jokowi mengatakan, penolakan tersebut merupakan bagian dari proses negosiasi antara pemerintah Indonesia dan Freeport. ‎Dia pun sudah menyiapkan tim yang terdiri dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

"Ini kan masih proses. Nanti ketemu tim kita, Bu Menteri BUMN, Menkeu, Menko kemaritiman dalam satu tim nanti bertemu," kata Jokowi, usai peresmian pembangunan dan pengoperasian PLTU di Serang, Banten, Kamis (5/10/2017).

Menurut Jokowi, kealotan dalam negosiasi merupakan hal yang biasa. Pemerintah Indonesia sudah tiga tahun otot-ototan (adu kekuatan) dengan Freeport dalam proses negosiasi.

"Namanya negosiasi alot ya biasa. Sudah tiga tahun kok ini otot-ototan masalah negosiasi itu," ujarnya.

Meski begitu, dia optimistis akan menemukan jalan keluar yang dapat disepakati kedua belah pihak.‎ Saat ini proses negosiasi hampir selesai, ‎Jokowi menargetkan penyelesaian secepatnya.

"Ini hampir final. Saya yakin win-win-lah. Saya yakin akan selesai.‎ Secepatnya, secepat-cepatnya. Sudah tiga tahun kita bicara ini. Tapi kan kita juga enggak mau kalau tidak dapat win-nya," tutup Jokowi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya