Facebook Bakal Rekrut 1.000 Orang untuk Tinjau Iklan

Facebook berencana merekrut lebih dari 1.000 orang untuk meninjau dan memastikan iklan yang dipasang di jejaring sosial tersebut layak.

oleh Agustin Setyo Wardani diperbarui 05 Okt 2017, 14:00 WIB
Mark Zuckerberg, Founder sekaligus CEO Facebook, banyak disalahkan sebagian pihak karena membiarkan penggunanya membagikan tautan berita hoax di Facebook. (Doc: Wired)

Liputan6.com, Jakarta - Facebook berencana merekrut lebih dari 1.000 orang untuk meninjau dan memastikan iklan yang dipasang di jejaring sosial tersebut memenuhi persyaratan.

Hal ini dilakukan untuk mencegah Rusia dan negara lainnya menggunakan Facebook untuk ikut campur dalam pemilihan umum di negara lain.

Sebagaimana dikutip Tekno Liputan6.com dari VOA Indonesia, Kamis (5/10/2017), Facebook menyebut bulan lalu perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg ini menduga Rusia telah membeli sekitar 3.000 iklan bernada memecah belah secara politis pada bulan sebelum dan sesudah pemilihan presiden Amerika Serikat pada November 2016.

Karena hal ini, Facebook mendapatkan panggilan dan pertanyaan dari otoritas AS. Kepada otoritas AS, CEO Mark Zuckerberg menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil perusahaan.

Dalam pernyataannya, Facebook menyebut akan merekrut lebih dari 1.000 orang dalam setahun ke depan untuk meninjau iklan. Selain itu, Facebook juga akan menghadirkan lebih banyak software untuk mencabut iklan secara otomatis.

"Meninjau iklan bukan hanya menilai konten iklan, tetapi meninjau di mana iklan itu dibeli dan audiens yang dituju. Jadi,  kami mengubah sistem peninjauan iklan," kata perusahaan.

Sekadar diketahui, Facebook memiliki 17.048 karyawan pada akhir 2016. Mei 2017, Facebook mengatakan akan mempekerjakan lebih dari 3.000 orang pada tahun berikutnya guna mempercepat penghapusan video dengan konten kekerasan.

Layaknya perusahaan lain yang menjual kolom iklan, Facebook menerbitkan kebijakan mengenai apa saja yang boleh diunggah, melarang iklan bersifat kekerasan, melarang diskriminasi berdasarkan ras, hingga melarang penjualan obat-obat terlarang. Saat ini Facebook memiliki lebih dari 5 juta pengiklan berbayar.

(Tin/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut:

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya