Aksi Kapolsek di Pati Menyamar Jadi PSK untuk Bongkar Perdagangan Anak

Bongkar praktik asusila dan perdagangan anak, Kapolsek Wedarijaksa, Pati, Jawa Tengah, nekat menyamar menjadi PSK.

oleh Rita Ayuningtyas diperbarui 15 Sep 2017, 04:03 WIB

Fokus, Pati - Demi membongkar dugaan praktik asusila dan perdagangan anak, seorang kapolsek di Jawa Tengah, rela menyamar jadi pekerja seks komersial (PSK). Perempuan itu bersama seorang anak buahnya yang juga polwan, meringkus mucikari, dua PSK, serta seorang pria hidung belang.

Seperti ditayangkan Fokus Malam Indosiar, Jumat (15/9/2017), sejumlah peralatan penunjang dipakai Kapolsek Wedarijaksa, AKP Rochana Sulistyaningrum, dalam melakukan penyamaran itu. Aksi ini dilakukannya untuk membongkar sindikat prostitusi liar dan perdagangan anak di Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Bermodalkan baju daster, rok mini, dan rambut palsu, sang kapolsek dan seorang anak buahnya berhasil menangkap wanita yang menjadi mucikari, dua orang PSK, serta seorang pria hidung belang, di sebuah tempat yang disamarkan tempat karaoke yang di depannya disediakan warung kopi. Menurut sang mucikari, para PSK dihargai antara Rp 200 ribu-300 ribu sekali transaksi. 

Kapolsek Rochana sendiri mengaku nekat melakukan hal tersebut, karena butuh bukti kuat untuk menggulung komplotan itu. Beberapa barang bukti disita, di antaranya dua telepon genggam dan uang tunai senilai Rp 250 ribu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya