Panduan Aman Lakukan Seks Oral Selama Kehamilan

dr. Dyah Novita Anggraini dari Klikdokter.com, mengatakan pasangan dapat melakukan hubungan seksual, termasuk seks oral dengan panduan ini.

oleh Bella Jufita Putri diperbarui 23 Agu 2017, 22:00 WIB
dr. Dyah Novita Anggraini dari Klikdokter.com, mengatakan pasangan dapat melakukan hubungan seksual, termasuk seks oral dengan panduan ini.

Liputan6.com, Jakarta Banyak pertanyaan yang timbul terkait melakukan hubungan seksual selama kehamilan termasuk melakukan seks oral. Bahaya atau tidak, ya?

dr. Dyah Novita Anggraini dari Klikdokter mengatakan, pasangan dapat melakukan hubungan seksual, termasuk seks oral selama kehamilan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum Anda melakukan hubungan intim ini:

- Pasangan tidak memiliki riwayat penyakit menular seksual karena infeksi ini dapat membahayakan janin.
- Pastikan pasangan tidak meniupkan udara ke dalam vagina. Pasalnya, hal ini dapat menyebabkan emboli udara, atau udara yang menutup pembuluh darah. Apabila terjadi, kejadian ini akan membahayakan Anda dan bayi di dalam kandungan.
- Meskipun pasangan aman dari PMS, namun untuk mencegah terjadinya penularan penyakit menular seksual ataupun untuk mencegah bahaya yang dapat terjadi pada janin, ada baiknya Anda memakai dental dam.

Dental dam adalah alat berupa lembaran lateks berbentuk segiempat yang digunakan untuk mencegah penularan PMS saat melakukan oral seks. Cara pemakaian dental dam dengan menempatkannya di antara mulut dan vulva (vagina) selama melakukan seks oral, atau di antara mulut dan anus selama seks anal-oral.

Novita menambahkan, yang perlu diperhatikan selama pemakaian dental dam adalah jangan pernah membolak-balikan letak dental dam. Selain itu, gunakanlah dental dam yang baru setiap melakukan seks oral dikutip dari Klikdokter, Rabu (23/8/2017).

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya