Pengungsi Suriah di Jerman Beri Nama Bayinya Angela Merkel

Keluarga pengungsi asal Suriah memberi nama anak mereka sama dengan Kanselir Jerman Angela Merkel sebagai bentuk terima kasih.

oleh Citra Dewi diperbarui 22 Agu 2017, 15:28 WIB
Asia Faray bersama dengan anak perempuannya yang diberi nama Angela Merkel Muhammed. (St. Franziskus Hospital via AP)

Liputan6.com, Münster - Seorang keluarga pengungsi asal Suriah di Jerman memberi nama Angela Merkel Muhammed untuk anak perempuannya yang baru lahir. Nama itu mereka berikan sebagai bentuk terima kasih kepada kanselir Jerman, Angela Merkel.

Orangtua anak tersebut, Asia Faray dan Khalid Muhammed, tiba di Jerman bersama empat anaknya di tengah krisis pengungsi pada 2015. Mereka berterima kasih kepada Merkel atas open-door asylum policy atau kebijakan membuka pintu bagi para pencari suaka.

Angela Merkel Muhammed, yang merupakan anak kelima mereka, lahir pada 16 Agustus 2017 dengan bobot 3,9 kg dan panjang 53 cm.

"Nama pertama bayi perempuan itu adalah Angela, nama keduanya adalah Merkel. Dengan keputusan ini, orangtuanya ingin menunjukkan rasa terima kasihnya kepada kanselir," ujar juru bicara St Franziskus Hospital yang berlokasi di Münster, tempat Angela Merkel Muhammed lahir.

Ini bukan kali pertama keluarga pengungsi di Jerman memberi nama anaknya yang baru lahir dengan Angela Merkel.

Pada Februari 2015, Angela Merkel Ade lahir di sebuah rumah sakit di Hanover. Ibunya merupakan imigran dari Ghana.

Hal serupa juga terjadi di Kanada. Seorang bayi laki-laki yang lahir pada 4 Mei 2017 diberi nama Justin Trudeau, sama seperti nama Perdana Menteri Kanada.

Ia adalah buah hati dari pasangan imigran asal Suriah, Muhammad dan Afraa Bilan, yang tiba di Kanada pada Februari 2016.

Muhammad dan Afraa Bilan memiliki alasan khusus dalam pemberian nama anak laki-lakinya. Sebab, Trudeau dinilai sangat berjasa karena telah memberikan tempat perlindungan bagi para pengungsi.

Pada Juli lalu, Justin Trudeau secara langsung menemui bayi itu. Dalam sebuah foto, Trudeau terlihat menggendong bayi itu dan disambut dengan senyuman sang ibu.

Krisis Suriah dan kebijakan open-door asylum policy Kanselir Merkel secara luas menuai kritik di Jerman. Ia juga kehilangan dukungan atas kekhawatiran sejumlah orang tentang bagaimana negara tersebut dapat menampung masuknya lebih dari satu juta migran.

Namun, seiring dengan menurunnya pengungsi dan migran yang masuk ke Jerman, popularitas Merkel kembali naik. Jajak pendapat menunjukkan, Merkel memimpin 15 poin atas lawan-lawannya menjelang pemilihan parlemen bulan depan.

 

Simak video berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya