Cerita Menko Luhut Ditolak Mentah-Mentah Gibran, Putra Jokowi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan dirinya pernah ditolak mentah-mentah Gibran Rakabuming Raka.

oleh Septian Deny diperbarui 21 Agu 2017, 13:45 WIB
Foto: Situs resmi Chili Pari

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan dirinya pernah ditolak mentah-mentah Gibran Rakabuming Raka. Kala itu, Luhut menawarkan proyek katering kepada‎ anak sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut.

Luhut bercerita, pada suatu kesempatan dirinya berbuka puasa bersama dengan Presiden Jokowi dan tiba-tiba Gibran bergabung dalam buka puasa tersebut. Kemudian, Luhut meminta izin kepada Presiden Jokowi untuk menawarkan proyek katering kepada anaknya. Hal ini karena Luhut tahu Gibran punya bisnis di bidang katering.

"Suatu ketika bulan puasa lalu kami buka puasa, saya buka puasa dengan Presiden. Tiba-tiba anaknya gabung, Gibran. Sebelum gabung saya bilang, Pak saya mau nawarin Gibran nanti bisnis katering. Karena dia kan bisnisnya katering untuk katering offshore, saya kan bisa omong Pak," ujar dia dalam acara Indonesian Diaspora Global Summit 2017 di Jakarta, Senin (24/8/2017).

Kemudian, lanjut Luhut, Presiden Jokowi pun mempersilakan dirinya untuk membuka pembicaraan tersebut ke Gibran. Namun, menurut dia, Gibran langsung menolak mentah-mentah tawaran proyek katering ini.

"Dia (Jokowi) senyum, ya silahkan Pak Luhut. Saya lagi buka-buka, saya bilang, eh Gibran, kamu kan bisnisnya katering. Ya Om. Ya sudah nanti kamu Om bantu bikin suplai katering ke offshore. Di Jawa ini kan banyak perusahaan minyak. Dia (Gibran) bilang, tidaklah Om, terima kasih Om, saya tidak mau bisnis sama pemerintah. Saya sudah punya 11 outlet martabak saya. Bisnis martabak saya begini Om, dia ceritalah, sampai saya gini-gini (garuk-garuk kepala)," kata Luhut.

Setelah acara buka puasa selesai dan Gibran pergi, Luhut mengatakan Presiden Jokowi baru cerita jika penolakan tersebut sudah dilakukan Gibran sejak Jokowi menjadi Wali Kota Solo. Kala itu juga ada stafnya di daerah yang ditolak mentah-mentah lantaran menawarkan proyek katering serupa.

"Presiden lihat saya senyum-senyum saja. Rasain, kira-kira begitu. Setelah Gibran pergi Presiden bilang, Pak Luhut dia tidak mau. Saya dulu waktu jadi wali kota orang dari staf juga nawarin," tandas Luhut.

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya