Petaka di Penambangan Pasir Lereng Gunung Merapi

Seorang penambang pasir meninggal dunia karena tertimpa longsoran tebing lereng Gunung Merapi di Kabupaten Magelang, Jateng.

oleh Liputan6.com diperbarui 04 Agu 2017, 05:01 WIB
Penambangan liar pasir dan batu di lereng Gunung Merapi. (Liputan6.com/Edhie Prayitno Ige)

Liputan6.com, Magelang - Seorang penambang pasir di kawasan lereng Gunung Merapi di Desa Kemiren, Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Suryanto (31), tewas tertimbun longsor di lokasi penambangan manual tersebut.

Kapolres Magelang AKBP Hindarsono membenarkan seorang penambang pasir meninggal dunia karena tertimpa longsoran tebing. "Peristiwa tersebut terjadi diduga karena kelalaian dan kekurang hati-hatian," ucap dia di Magelang, Kamis, 3 Agustus 2017, dilansir Antara.

Ia menuturkan, korban yang merupakan warga Dusun Kamongan, Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, tersebut menjalani aktivitas penambangan seperti hari-hari biasa. Pada pukul 04.00 WIB, korban berangkat ke lokasi penambangan bersama dengan beberapa rekannya.

Sekitar pukul 08.30 WIB, korban diminta istirahat oleh teman-temannya, namun tetap melanjutkan kegiatan menambangnya. Tiba-tiba, tebing di pinggir lokasi penambangan yang memiliki tinggi sekitar delapan meter longsor dan langsung menimbun tubuh korban.

"Material longsoran berupa pasir dan bebatuan yang menimpa korban setebal tiga meter," katanya.

Melihat kejadian tersebut, rekan-rekan korban kemudian berupaya mengevakuasi dan meminta bantuan dari warga sekitar. Peristiwa tersebut juga dilaporkan ke Mapolsek Srumbung yang langsung ditindaklanjuti dengan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan korban.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Magelang AKP Santoso mengatakan, saat tim kesehatan memeriksa, korban diketahui sudah dalam kondisi meninggal dunia. "Di tubuh korban ditemukan beberapa luka, seperti lecet pada paha kiri, paha kanan, dan kaki kiri," ia menambahkan.

Adapun Kapolres Magelang mengimbau, para penambang pasir untuk tidak menambang di lokasi berbahaya, terutama di tebing. "Kami sudah sering mengingatkan dan mengimbau, tetapi para penambang selalu mengulangi," katanya.

Saksikan video menarik di bawah ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya