Ketum MUI: Kapolda Metro Harus Bisa Tangani Kelompok Intoleran

Bagi Ma'ruf, komitmen kebangsaan harus utuh dan tidak boleh lembek.

oleh Nanda Perdana PutraDiterbitkan 31 Juli 2017, 13:52 WIB
KH. Ma'aruf Amin memberikan keterangan pers terkait fatwa MUI MUI tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Medsos, Jakarta, Senin (5/6). (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin menerima kunjungan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis di kediamannya. Ma'ruf berpesan agar Kapolda dapat menangani kelompok intoleran di Jakarta.

"Saya kira keamanan supaya lebih aman. Lalu masalah suka gangguan keamanan di jalan. Kemudian juga masalah yang menyangkut soal pandangan keagamaan yang sifatnya intoleran atau kurang toleran terhadap kelompok lain," tutur Ma'ruf Amin di Koja, Jakarta Utara, Senin (31/7/2017).

Bagi Ma'ruf, komitmen kebangsaan harus utuh dan tidak boleh lembek. Termasuk asas dari berbagai kelompok yang muncul di masyarakat.

"Kalau‎ soal kebangsaan, kita harus final. Jangan sampai iya tapi setengah-setengah," jelas dia.

Mengatasi hal tersebut juga harus menggunakan metode pendekatan persuasif yang lebih sabar dan bijak. Kapolda juga dituntut bisa berkomunikasi dengan baik di setiap upaya penyelesaian masalah yang bersinggungan dengan masyarakat.

"Seperti yang disampaikan, beliau akan mengelola Jakarta secara humanis dengan cara pendekatan yang soft. Ini saya kira kunci dalam rangka mengatasi Jakarta lebih kondusif," ujar Ma'ruf Amin.

 

Saksikan video menarik di bawah ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya