KPK Latih Polwan untuk Cegah Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah giat-giatnya melakukan upaya pencegahan tindak pidana korupsi.

oleh Fachrur Rozie diperbarui 27 Jul 2017, 12:55 WIB
Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan memberikan keterangan terkait penetapan tersangka kasus korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (25/4). (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah giat-giatnya melakukan upaya pencegahan tindak pidana korupsi. Salah satunya dengan melatih para polisi wanita (polwan) di Mabes Polri.

"Peran perempuan sangat penting dalam pencegahan (korupsi)," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, di Hotel Grand Melia, Jakarta, Kamis (27/7/2017).

Tercatat, 70 polwan dari Mabes Polri dan Sekolah Polisi Negara mengikuti pelatihan tersebut. Pelatihan bertema "Saya Perempuan Anti Korupsi" (SPAK) itu bertujuan untuk memperkuat pencegahan tindak pidana korupsi.

"Saya yakin pelatihan akan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan polwan tentang antikorupsi," kata Basaria.

Pada pelatihan tersebut, para polwan diberikan materi tentang gratifikasi, tindak pidana pencucian uang dan cara menjadi fasilitator antikorupsi.

Ini pelatihan ketiga yang melibatkan aparat penegak hukum. Sebelumnya, SPAK telah menggelar pelatihan di Polda Sulawesi Selatan dan Polda DIY‎. Agen SPAK di Polda Sulawesi Selatan telah melakukan sosialisasi kepada 10.820 orang dalam tiga bulan.

Menurut Basaria, kunci perubahan perilaku ini adalah keinginan yang kuat dan dukungan tinggi dari atasan para polwan agar bisa berkreasi dengan bebas dalam melakukan sosialisasi antikorupsi. Tujuan akhirnya adalah citra positif yang semakin baik dalam melayani masyarakat.

"Jika polwan sudah berubah, bukan tidak mungkin Polda dan rekan kerja lain di sekitarnya akan berubah," kata Basaria.

Perempuan adalah target sosialisasi yang sangat penting, faktanya sebagian besar kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi menunjukkan adanya peran perempuan. Bahkan, dalam beberapa kasus, koruptor melakukan perbuatan korupsi bersama-sama atau melibatkan istri atau anak sebagai sarana dalam tindak pidana pencucian uang.

Gerakan Saya Perempuan Antikorupsi KPK sejak 2015 terbukti efektif dari 1200 agen yang dimiliki SPAK saat ini, 95 persen di antaranya telah mendiskusikan korupsi dengan orang lain. Selain itu, 97 persen dari seluruh agen telah berupaya memengaruhi perilaku orang lain untuk proantikorupsi.

Saksikan video menarik di bawah ini:

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya