Lumpuh Layu, Gadis Ini Terkulai di Kasur Selama 25 Tahun

Gadis di Sragen menderita lumpuh layu sehingga tidak bisa bergerak selama 25 tahun

oleh Edmiraldo Siregar diperbarui 26 Jul 2017, 09:00 WIB
Rina mengidap lumpuh layu sejak usianya 3 tahun. Setelah 25 tahun berselang, ia kini tetatp tak bisa berbicara. (Liputan6.com/Fajar Abrori)

Liputan6.com, Jakarta Masa muda adalah masa-masa paling berkesan bagi kebanyakan orang. Namun, masa-masa yang indah ini bisa rusak karena penyakit. Apalagi penyakit parah yang tak kunjung sembuh.

Begitulah yang dirasakan perempuan asal Sragen, Jawa Tengah bernama Rina Haryani. Gadis berumur 28 tahun itu terkulai lemas di atas kasur tipis. Bukan sehari-dua hari, tapi selama 25 tahun. Dia terkena penyakit lumpuh layu.

Bungsu dari enam bersaudara itu hidup bersama dengan orang tuanya, Ginem dan Suhari. Ayahnya bekerja sebagai penarik becak.

"Kalau lahir normal, setelah persalinan dia juga nangis. Tapi setelah jatuh, kejang-kejang dan panas tinggi ya kemudian langsung enggak bisa apa-apa," ujar Ginem.

Kondisi kesehatan perempuan kelahiran 5 Desember 1989 itu menurun drastis sejak usia tiga tahun. "Dulu itu Rina lahir sebelum dukunnya datang. Sudah brojol dulu. Tapi setelah itu juga dirawat dan dibersihkan persalinannya. Meski lahir duluan tidak masalah. Nangis bisa, manggil ‘bu’, juga bisa," ujar Ginem.

Namun hidup Rina hanya terbatas di tempat tidur. Ia tak bisa leluasa bergerak. Untuk makan, ia harus disuapi. Untuk mandi ataupun urusan ke belakang, ia juga harus dibantu orang tuanya. Dia juga tidak bisa berbicara.

Ayahnya mengaku sudah berusaha untuk memeriksakan Rina, baik itu ke dukun maupun ke rumah sakit. Namun, usaha itu belum menuai hasil. Rina tetap tergolek lemah di tempat tidurnya.

"Sudah pernah ke RS Moewardi Solo pas kecil dulu. Terus ke dukun Magelang, Karanganyar, Purwodadi," kata Suhari.

Lima tahun belakangan, Rina memakai tampon agar mudah saat hendak buang air kecil dan buang air besar. Akan tetapi, kebiasaan itu berdampak buruk pada tubuhnya. Karena nyaris tak pernah bergerak.

"Ya setiap hari pasti ke Puskesmas. Bahkan kemarin itu pas Lebaran, saya kira libur. Ternyata sama pihak Puskesmas diminta ke sana," ujar Ginem.

Rina beberapa tahun pernah mendapatkan dana Bantuan Sosial (Bansos). Namun sejak awal tahun ini, bantuan itu disetop. Uluran tangan dibutuhkan Rina untuk pengobatan dan perawatan sakit lumpuh layunya, terlebih keluarga Rina tergolong tidak mampu.

"Kita ikhlas untuk merawat Rina. Bagaimana pun ini anak kami," kata Ginem dengan mata berkaca-kaca.

Semoga, Rina cepat sembuh dan mendapat pengobatan terbaik.

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya