Kronologi Insiden Lompat Pagar yang Bongkar Praktik Penipuan

Tingkah dua warga Tiongkok yang melompati pagar rumah warga dengan membawa sebuah koper mengundang kecurigaan warga setempat.

oleh Edhie Prayitno Ige diperbarui 24 Jul 2017, 11:01 WIB
Rumah di Jalan Kawi Semarang ini mendadak menarik perhatian karena ada dua warga tiongkok yang kabur. (foto : Liputan6.com/edhie prayitno ige)

Liputan6.com, Semarang - Warga RT 07 RW 12 Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari Semarang, kemarin malam dihebohkan aksi "pelarian" dua warga negara asing. Mereka adalah warga Tiongkok yang tiba-tiba melompati tembok dan kabur membawa sebuah koper.

Ketua RT 07 RW 12, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Pujo Budiono, mengaku mendapat laporan dari warganya tentang gerak-gerik dua orang asing mencurigakan. Disebut mencurigakan karena mereka melompati tembok dan turun di rumah warga yang ada di sebelah lokasi.

"Dari laporan tadi ada dua orang asing melompat di rumah sebelah kanan. Dua rumah dilewati. Katanya bawa koper," kata Budiono di lokasi, Minggu, 23 Juli 2017.

Terkait hal ini, satpam yang rumahnya dilewati dengan jalan melompat itu langsung melapor ke warga dan ketua RT setempat. Bergegas, warga kemudian datang ke lokasi.

"Tadi ketemu office boy, katanya memang ada dua orang kabur dari sini," kata Budiono.

Budiono mengaku tak diizinkan masuk untuk melihat situasi oleh office boy tersebut. Ia dan warga kemudian langsung melapor ke polisi dan meminta penjelasan penghuni rumah-rumah yang dilompati warga Tiongkok itu.

Polisi dari Polrestabes Semarang dan Polsek Candisari datang ke lokasi. Mereka langsung memeriksa dan mencari informasi seputar kaburnya dua warga Tiongkok itu. Dari rumah itu, polisi menemukan puluhan pesawat telepon dan berkas-berkas berisi nomor telepon dan catatan dengan huruf Tiongkok.

"Belum tahu itu untuk apa. Ada teleponnya banyak di dua ruangan," kata Budiono.

Di dalam rumah itu ada tiga WNA dan dua WNI. Kedua WNI diketahui merupakan pemilik rumah dan office boy.

Belum ada kepastian mengenai apa yang terjadi dengan dua warga Tiongkok itu. Namun informasi yang beredar, rumah tersebut merupakan markas penipuan online semacam "mama minta pulsa" dan "undian berhadiah".

"Jika bukan itu, kemungkinan ya pusat perjudian online. Kan di Semarang ada judi togel Singapura, Hongkong dan Kuda Lari. Sejauh ini, polisi kan hanya menangkap pengecer," kata seorang warga.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya