Instruksi SBY, Fokus Penanganan Wasior dan Merapi

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta dalam sepekan ini pemerintah memfokuskan tindak lanjut pascatanggap darurat di Wasior, Papua Barat serta persiapan penanganan potensi meletusnya Gunung Merapi, Jawa Tengah.

oleh Liputan6Diterbitkan 25 Oktober 2010, 08:18 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan dua instruksi sebelum bertolak ke China dan Vietnam. SBY meminta dalam sepekan ini pemerintah memfokuskan tindak lanjut pascatanggap darurat di Wasior, Papua Barat serta persiapan penanganan potensi meletusnya Gunung Merapi, Jawa Tengah.

"Dua hal itu yang menjadi perhatian saya untuk ditangani minggu ini dan Wapres akan memimpin jalannya pemerintahan sehari-hari (selama presiden melakukan kunjungan ke luar negeri-red)," kata SBY di Bandara Halim Perdanakusuma, Senin (25/10).

Untuk penanganan pascabencana di Wasior, Presiden mengatakan  pemerintah akan mulai membangun hunian sementara sambil menunggu selesainya proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca banjir bandang di wilayah tersebut.

"Kelanjutan tanggap darurat di Wasior untuk membangun tempat hunian sementara dengan kemudahannya sebelum rehabilitasi dan rekonstruksi. Menko kesra dan Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) akan memimpin itu dibantu Panglima TNI karena ada pengerahan TNI untuk bantu itu meski gubernur Papua Barat menjadi penjurunya," ujar SBY.

Presiden mengharapkan target pembangunan hunian sementara dan proses rehabilitasi serta rekonstruksi dapat selesai tepat waktu.

Sementara itu, terkait Merapi, Presiden menugaskan Menko Kesra dan  Kepala BNPB untuk berkunjung ke Yogyakarta dan JawaTengah guna mengkoordinasikan penanganan bila gunung tersebut meletus.

Meski demikian, SBY mengatakan, Gubernur Jawa Tengah dan  Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta tentu sudah mempersiapkan langkah bila Gunung Merapi meletus. "Ada aktivitas di Gunung Merapi, di perbatasan Jawa Tengah yang  memerlukan antisipasi, sekaligus mempersiapkan tempat apabila pengungsian dilakukan," tegas SBY. (Ant)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya