Pria AS Diserang Beruang Saat Sedang Tertidur

Seorang pria terbangun di AS terbangun saat seekor beruang mulai mencakar wajahnya dan menggigit kepalanya.

oleh Citra Dewi diperbarui 11 Jul 2017, 08:15 WIB
Ilustrasi Beruang (istockphoto)

Liputan6.com, Ward - Seorang staf penyedia layanan berkemah di gunung mengaku beruntung masih diberi kesempatan untuk hidup. Pasalnya, pria yang dikenal dengan nama Dylan itu telah diserang seekor beruang ketika dirinya tidur pada 9 Juli.

Laki-laki berusia 19 tahun, itu bekerja sebagai pengajar keterampilan bertahan hidup di alam liar di Glacier View Ranch. Perkemahan tersebut terletak di Ward, Colorado, Amerika Serikat.

Kisah tersebut bermulai sekitar pukul 4 pagi. Ia terbangun kala beruang mulai mencakar wajahnya dan menggigit kepalanya.

"Aku tidak pernah mengira akan diserang seekor beruang," kata Dylan kepada CBS4.

"Aku terbangun dengan suara berderak dan sejumlah rasa sakit...Beruang itu menggigit kepalaku dan menyeretku ke tanah."

Saat gigi beruang itu mulai merobek daging di kepalanya, Dylan melawan dengan semua kekuatan yang dimilikinya.

"Aku mulai memukul beruang sekeras yang aku bisa," kata Dylan. "Dan aku menemukan matanya, dan aku mulai menusuknya dengan jari-jariku...Beruang itu menyeretku sekitar 3 meter sebelum aku bisa melepaskannya."

Dikutip dari CBS4, Selasa (11/7/2017), staf lainnya membantu mengejar si beruang dan memberikan pertolongan pertama kepada Dylan, sementara paramedis bergegas ke tempat kejadian.

Tim pengelolaan satwa liar menggunakan anjing dan kemungkinan akan menggunakan perangkap dalam melacak beruang tersebut untuk melakukan eutanasia -- tindakan mengakhiri dengan sengaja kehidupan makhluk (orang ataupun hewan piaraan) dengan kematian yang tenang dan mudah atas dasar perikemanusiaan.

"Banyak warga sangat kecewa saat kami harus membunuhnya. Saya pikir sangat penting bahwa kita mengerti (jika) kita tidak bisa memiliki alam liar jika kita tak memiliki keamanan untuk masyarakat," kata juru bicara Colorado Parks and Wildlife, Jennifer Churchill.

"Saat beruang agresif terhadap seseorang, itu adalah perilaku yang tidak bisa kita tolerir. Hal itu bisa mengajarkan perilaku tersebut pada hewan lain. Atau, tingkah laku itu bisa meningkat."

Setelah mendapat sembilan jahitan untuk menutup luka di bagian belakang kepalanya dan disuntik khusus untuk gigitan binatang, Dylan telah berada dalam kondisi baik saat ini.

"Aku merasa sangat beruntung," kata Dylan. "Jika aku berbalik ke arah lain (saat tidur), (beruang) itu bisa saja menggigit wajah atau leherku."

Menurut Churcill, di Colorado telah terjadi 15 hingga 20 serangan beruang dalam 10 tahun terakhir. Hingga saat ini belum diketahui penyebab serangan tersebut.

Saat beruang ditangkap dan dieutanasia, para ahli akan melakukan nekropsi untuk memberikan petunjuk atas perilaku agresif tersebut.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya