5 Momen Tak Terlupakan dalam Sejarah Liverpool

Liverpool merupakan salah satu tim dengan sejarah yang panjang.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 05 Juli 2017, 19:30 WIB
3. Liverpool - 146.122.439 poundsterling dalam 29 pertandingan. (AFP/Oli Scarff)

Liputan6.com, Jakarta Liverpool belum menjuarai Liga Inggris semenjak era Premier League. Namun, mereka punya segudang sejarah yang menggambarkan kebesarannya.

Saat ini, Liverpool terus membangun tim. Dari mulai menunjuk Juergen Klopp, sampai perlahan datangkan pemain-pemain bintang untuk bisa menjadi pesaing gelar yang konsisten.

Tak bisa dimungkiri, The Reds merupakan salah satu tim dengan sejarah yang panjang. Mereka sukses meraih 12 gelar di Eropa.

Didirikan pada tahun 1892 oleh John Houlding, klub Merseyside itu menjelma menjadi yang menakutkan di Inggris, bahkan Eropa. Masa keemasan mereka adalah saat era Bill Shankly, Bob Paisley dan Joe Fagan.

Kala itu, The Reds mencapai dominasi yang tak tertandingi dalam sepak bola Inggris selama hampir seperempat abad. Dalam sejarah 125 tahun, Liverpool telah memenangkan 18 gelar liga, tujuh Piala FA, lima Piala Eropa dan delapan Piala Liga (rekor).

Nah, ada lima momen yang tak terlupakan seiring dengan pergantian generasi pemain. Apa saja? Berikut kita simak dikutip Sportskeeda:


5. Kedatangan Bill Shankly

Bill Shankly (Indonesia Liverpoolfc.com)

Era sukses Liverpool dimulai pada 1959 saat Bill Shankly datang. Pria asal Skotlandia itu datang dengan mengubah wajah klub selamanya. Dia jadi manajer Liverpool saat mendekam di Divisi Kedua selama lima tahun.

Selama masa Shankly, Liverpool benar-benar berantakan baik di dalam maupun di luar lapangan. Mereka sama sekali tak diperhitungkan di Inggris.

Shankly memerintahkan perombakan total dengan segera setelah tiba. Lapangan ditata ulang, menciptakan bakat seperti Ron Yeats dan Ian St John, hingga mempromosikan talenta muda seperti Roger Hunt dan Gerry Byrne dengan cemerlang.

Setelah mengangkat gelar Divisi II pada tahun 1962, The Reds memulai dominasi di divisi satu. Mereka memenangkan total tiga gelar liga selama Shankly jadi manajer. Waktu Shankly di Liverpool juga dihiasi dua Piala FA, empat Charity Shields dan satu Piala UEFA.

Namanya sangat harum di Merseyside hingga diabadikan pada salah satu gates Stadion Anfieled pada tahun 1982. Dari semua prestasinya, yang terbesar Shankly meninggalkan kesan permanen pada klub bahkan sampai hari ini.

Lanjut Baca:

Kekosongan besar yang ditinggalkan Bill Shankly, memunculkan nama Bob Paisley. Dia sukses melanjutkan pekerjaan Shankly dengan sempurna di Liverpool. Dari semua kesuksesan brilian Paisley, yang paling penting mungkin terjadi pada tanggal 25 Mei 1977 saat Liverpool yang merupakan juara Inggris, berhadapan dengan juara Jerman, Borussia Mönchengladbach pada final Piala Eropa di Roma.Terry McDermott memberi Liverpool keunggulan pada menit ke-28, namun gol Allan Simonsen setelah babak pertama bikin Monchengladbach menyamakan kedudukan. Namun, gol dari Tommy Smith dan Phil Neal (dari penalti) pada menit ke-64 dan ke-82 membawa The Reeds memenangkan Piala Eropa pertama.Kemenangan tahun 1977 itu merupakan yang pertama dari lima kemenangan Piala Eropa lainnya bagi Liverpool. Paisley kemudian memenangkan dua Piala Eropa lagi da membuatnya menjadi satu-satunya manajer Eropa yang memenangkan trofi tersebut dalam tiga kesempatan sampai rekornya disamai oleh Carlo Ancelotti pada tahun 2014.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya