Kim Jong-un: Uji Coba Rudal Korut Hadiah Perayaan Kemerdekaan AS

Kim Jong-un menyebut peluncuran rudal tersebut merupakan 'hadiah' bagi Amerika Serikat (AS).

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 05 Jul 2017, 15:15 WIB
Pemimpin Korut, Kim Jong-un menggunakan teropong menyaksikan peluncuran balistik antarbenua Hwasong-14 Rudal, ICBM, di barat laut Korea Utara. Korea Utara mengklaim telah menguji rudal balistik antarbenua. (KRT via AP Video)

Liputan6.com, Pyongyang - Korea Utara kembali melakukan uji coba misil rudal balistik antar benua (ICBM). Pemimpin tertinggi Kim Jong-un, menyebut peluncuran tersebut merupakan "hadiah" bagi Amerika Serikat (AS).

"AS telah berupaya menguji niat kami dan mengacuhkan peringatan dari kami," sebut Jong-un, kepada kantor berita Korut, KCNA seperti dikutip dari Telegraph, Rabu (5/7/2017).

"Si kurang ajar AS tidak akan senang dengan hadiah yang kami kirimkan pada perayaan 4 Juli (Hari Kemerdekaan AS)," jelas Jong-un.

Dia menjelaskan, bagi Korut adalah suatu keharusan untuk sesekali memberikan "hadiah" untuk AS. Tujuannya agar negara tersebut tidak merasa bosan.

Selain itu, Jong-un menyampaikan pujian bagi ICBM yang baru diujicobakan tersebut. Dalam pandangannya, senjata tersebut punya kemampuan dan bentuk luar biasa.

"Misil ini tampan seperti pemuda yang mempunyai wajah rupawan," ucap dia.

Putra Kim Jong-il ini memastikan agar AS mengubur mimpinya dalam-dalam, terkait penghentian semua program persenjataan negaranya.

Penghentian hanya mungkin dilakukan, kata dia, bila AS bersedia mencabut semua kebijakan yang bertentangan dengan Korut.

Menambahkan pernyataan Jong-un, Akademi Ilmu Pengetahuan Pertahanan Korea Utara dalam pernyataan keterangan resminya menyebut uji coba adalah sebuah "penanda akhir".

Mereka yakin dan saat sangat percaya diri bahwa senjata nuklir yang telah dikembangkan punya kemampuan menyerang ke tempat mana pun di seluruh dunia.

Uji coba misil baru Korut ini mendapat kecaman AS. Menteri Luar Negeri Rex Tillerson mengatakan, situasi keamanan dunia tidak akan kondusif jika Korut terus melakukan provokasi seperti ini.

"Tindakan ini menandai eskalasi ancaman baru bagi dunia," sebut Tillerson.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya