Demo Penutupan Tambang Besi Ricuh

Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Peduli Lhoong di depan Kantor Gubernur Aceh berakhir ricuh. Mereka yang kecewa kemudian merobohkan pagar dan beradu fisik dengan petugas Satpol PP.

oleh Liputan6Diterbitkan 12 Oktober 2010, 17:59 WIB
Liputan6.com, Banda Aceh: Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Peduli Lhoong menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (12/10) siang, berakhir ricuh. Mahasiswa kecewa terhadap pemerintahan Irwandi Nazar yang memberikan izin operasional untuk PT Lhoong Setia Mining, kemudian merobohkan pagar kantor dan beradu fisik dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Menurut para mahasiswa, perusahaan tambang yang beroperasi di Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, itu hanya mementingkan para pemodal dan pejabat Aceh tanpa memikirkan kerusakan alam yang dirasakan warga sekitar tambang besi tersebut. Mereka juga melakukan aksi tidur di jalan raya, sehingga menyebabkan terjadinya kemacetan panjang hingga mencapai lima kilometer di kawasan tersebut.(MRQ/AYB)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya