Tol Becakayu Beroperasi Setelah Lebaran

Jalan tol Becakayu harus lolos uji kelayakan fungsi terlebih dahulu untuk dapat digunakan.

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 19 Jun 2017, 15:28 WIB
Pekerja tengah mengerjakan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) seksi I rute Jakasampurna-Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (17/5). Tol Becakayu memiliki total panjang 21,5 km dengan biaya investasi sebesar Rp 9,5 triliun. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menegaskan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) belum akan digunakan untuk jalur mudik Lebaran 2017. Tol yang memiliki total panjang 21,5 km ini rencananya dioperasikan setelah Lebaran 2017.

"Bukan (batal operasi). Pak Herry TZ (Kepala Badan Pengatur Jalan Tol/BPJT) baru cek fisiknya, kelihatannya sudah oke, nanti kita fokuskan," ucap Basuki usai bertemu dengan Menteri Keuangan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (19/6/2017).

Basuki memastikan, operasional tol Becakayu ini setelah Lebaran. Pasalnya jalan bebas hambatan yang diperkirakan menelan dana Rp 9,5 triliun itu harus lolos uji kelayakan fungsi terlebih dulu.

"Nantioperasinya harus ada layak fungsi dulu, mungkin habis Lebaran. Seperti tol Bawen-Salatiga  sudah siap biar untuk mudik dulu, nanti setelah Lebaran, baru dioperasikan," ucap Basuki.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Hero Bahtiar memastikan rencana pemanfaatan tol Becakayu sebagai jalan alternatif mudik batal dioperasikan.

"Perlu saya klarifikasi bahwa operasional Tol Becakayu yang semula digunakan sebagai jalur alternatif mudik 2017 mulai 18 Juni 2017 diundur waktunya," kata dia di Bekasi, Minggu 18 Juni 2017.

Dia menuturkan, keputusan tersebut lantaran belum keluarnya izin dari BPJT. "Informasi pembatalan disampaikan melalui kontraktor pembangunan proyek jalan tol dari PT Waskita Karya. Kapan persisnya tol bisa digunakan, kami masih belum mendapat kepastian," kata dia seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, saat dikonfirmasi Liputan6.com, Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna menuturkan kalau pemerintah tak berencana memfungsikan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) untuk keperluan mudik. Jadi, tak ada alasan untuk membatalkan fungsional tersebut.

"Becakayu itu memang tidak termasuk yang mau difungsikan. Tapi kemarin ada keinginan untuk dibuka ya kita lihat ke lapangan. Jadi kalau dibilang batal, memang tidak termasuk rencana," kata dia, Senin 19 Juni 2017.

Dia menuturkan, untuk memfungsikan tol Becakayu Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) mesti melapor ke BPJT. Namun, Herry mengatakan, belum mendapat laporan terkait rencana pengoperasian tol ini.

"Tapi kalau ada rencana difungsikan ya kemarin BUJT-nya katanya mau menyiapkan laporan ke BPJT, tapi sampai sekarang tidak ada. Mungkin itu kali," jelas dia.

 

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

 

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya