Curhat Ibu, Kangen Anak yang Tak Pernah Menelepon tapi Main FB

Ia merindukan anaknya yang tak pernah menelepon sejak masuk ke perguruan tinggi. Namun, anaknya aktif bermain Facebook.

oleh Azwar Anas diperbarui 16 Jun 2017, 13:31 WIB
Pennylvania, Ann Pinto McCarney. Foto: The Weekly Observer

Liputan6.com, Jakarta Menjadi tua dan sendiri adalah masa tersulit yang dialami hampir setiap orang tua di dunia. Mereka tak hanya telah kehilangan pasangannya, tetapi juga anak-anaknya yang mulai dewasa.

Seperti kisah yang dibagikan seorang ibu dari Pennylvania, Ann Pinto McCarney. Ia merindukan anaknya, Liam, yang tak pernah menelepon sejak masuk ke perguruan tinggi. Namun, anaknya aktif bermain Facebook.

McCarney kecewa setelah berminggu-minggu tak mendapat telepon dari putra semata wayangnya. Ia kemudian membuat sebuah akun Facebook dan mengunggah sebuah video berisi curahan hati.

Melansir The Weekly Observer, McCarney dianggap mewakili suara perasaan seluruh ibu di dunia. Betapa kesibukan terkadang membuat orang lupa bahkan terhadap ibunya sendiri. Berikut curahan hati Ann Pinto McCarney.

"Akulah ibumu, aku yang melahirkanmu. Pada dasarnya sesar, tapi kau tahu, itu juga menyisakan rasa sakit di beberapa sisi," tulisnya mengawali unggahan video Facebooknya.

"Rambutku lebih pendek sekarang, tapi aku belum berubah kan? Aku hanya ingin mempertajam ingatanmu. Ingatlah dalam dua tahun pertama hidupmu. Apa kau ingat dengan seorang wanita yang membantumu berdiri? Kau sempat tidak ingin berdiri dan tetap ingin digendong? Apakah kau ingat itu, akulah wanita itu," lanjut McCarney.

"Ketika kau berbaring di ranjang asrama, kau mungkin berpikir 'hmm siapa yang memberiku makan di 18 tahun pertama dalam hidupku?'. Aku tidak bangga dengan hal itu tapi itu aku," ujarnya.

McCarney melanjutkan curhatnya. Kali ini ia membahas tentang kebersamaan ketika masih bersama suaminya. Dalam video itu, McCarney benar-benar tidak dapat menyembunyikan kesedihan dan kesepiannya.

"Ada ayahmu yang membantu juga. Kamu ingat ayahmu? Ia tinggi, rambutnya hitam sedikit abu-abu, pria yang lucu, apa kamu ingat?"

"Kita bertiga pernah beraktivitas bersama, di latihan karatemu, dua kali seminggu setiap Selasa dan Jumat. Kami membantumu mendapatkan sabuk hitam di ujian 3 jam. Apakah sabuk itu mengingatkanmu sesuatu?" tanyanya.

Video itu viral dan mendapat banyak simpati dari warganet. Video itu mengingatkan warganet, sesibuk apa pun seorang anak, ia tidak boleh melupakan kedua orangtuanya. Karena seiring bertambah dewasanya anak, bertambah pula usia orangtua.

(war)

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya