Mahasiswa Surakarta Garap Aplikasi Pendeteksi Unsur Hara

Aplikasi ini diyakini dapat memudahkan aktivitas petani kelapa sawit di Tanah Air.

oleh Jeko I. R. diperbarui 15 Jun 2017, 13:30 WIB
Dua mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta saat diwawancari di radio. (Foto: Tim PUHA)

Liputan6.com, Surakarta - Satu lagi karya anak bangsa di bidang teknologi. Kali ini, tiga mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta, menciptakan aplikasi PUHA (Pendeteksi Unsur Hara) berbasis smartphone Android. Ketiganya adalah Muhammad Adnan, Muhammad Jundu Maulan, dan Syaefudin.

Aplikasi PUHA memiliki sejumlah fungsi yang diklaim dapat membantu aktivitas petani kelapa sawit di Tanah Air dalam mendeteksi pH tanah dari perkebunan kelapa sawit.

Tak cuma itu, para petani juga akan mendapatkan informasi untuk memperbaiki lingkungan tanah dengan menambahkan kapur dan gipsum. Dengan begitu, lingkungan tanah perkebunan akan lebih berkualitas dan dapat menghasilkan produksi panen lebih baik dan stabil.

Dikutip Tekno Liputan6.com dari keterangan resmi tim pengembang aplikasi PUHA, aplikasi ini diyakini sebagai yang pertama di dunia. Tak cuma untuk mendeteksi unsur hara, aplikasi ini nantinya juga akan dikembangkan untuk mendeteksi unsur hara berbagai tanaman di Indonesia, seperti padi, karet, rempah dan masih banyak lagi.

Mekanismenya, aplikasi tersebut mengusung sistem ganda dengan hardware (perangkat PUHA) dan software berupa aplikasi PUHA itu sendiri. Sistemnya terpantau oleh smartphone Android dan perangkat PUHA.

PUHA dilengkapi dengan 1 sensor pH meter, perangkat untuk mengetahui tanah yang dipakai dan yang akan digunakan untuk tanaman kelapa sawit. Setelah sensor mendeteksi tanah, hasilnya berupa Analog to Digital Converter (ADC), dan diubah ke dalam tegangan ADS, dan sejumlah tegangan akan diubah ke dalam bentuk pH.

Kelapa sawit memiliki pH tanah optimum yaitu 5,5-6,5. Jika sensor pH mengukur kurang dari pH optimal kelapa sawit, ia akan diberi tambahan kapur ton/ha. Bila sensor pH lebih dari pH optimal kelapa sawit, akan ditambahkan gipsum ton/ha.

Perangkatnya secara garis besar tersusun atas sistem mikrokontroler dari Arduino Uno, sensor pH meter, modul pH2.0, interface (3 foot patch), dan Bluetooth HC-05. Perangkat ini juga menggunakan dimensi yang simpel dan begitu mudah untuk digunakan petani. Ia dapat terus disempurnakan, dengan tujuan agar manfaatnya bagi petani dapat terpenuhi.

(Jek/Why)

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya