Awal 2017, Harga Rumah Mulai Naik di Tangerang

Belum ada infrastruktur baru dan besar yang dibangun di kawasan Tangerang menjadi penyebab harga rumah naik tipis di Tangerang.

oleh Agustina Melani diperbarui 10 Jun 2017, 11:00 WIB
Ilustrasi Foto Property Rumah (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Harga rumah di bawah Rp 600 juta Tangerang menunjukkan sedikit kenaikan pada kuartal I 2017. Harga rumah naik dua persen menjadi Rp 5,67 juta per meter persegi.

Country Manager Rumah.com Wasudewan mengatakan, pergerakan harga rumah di bawah Rp 600 juta di Tangerang memang tidak signifikan. Belum ada infrastruktur baru dan besar yang dibangun di kawasan Tangerang, menjadi salah satu sebabnya.

Namun, pergerakan harga properti di Tangerang mendapatkan sentimen positif dengan ditutupnya gerbang tol Karang Tengah yang menjadi sumber kemacetan. Selain itu, percepatan pembangunan tol Serpong-Balaraja yang menghubungkan Kota Tangerang Selatan dengan Kabupaten Tangerang. Pembangun tol itu ditargetkan rampung pada 2019.

"Ditambah adanya penambahan perjalanan kereta api lintas Tanah Abang, Serpong, Parung Panjang, Maja, Rangkasbitung PP menjadi 186 perjalanan setiap hari yang sebelumnya hanya ada 151 perjalanan," ujar Wasudewan seperti dikutip dari Rumah.com, Sabtu (10/6/2017).

Berdasarkan data Rumah.com Property Index, dari harga tengah (median) untuk rumah di Bawah Rp 600 juta di Tangerang, memasuki kuartal II 2016, median harganya sedikit menurun hingga kuartal IV 2016. Dari Rp 5,77 juta meter persegi menjadi Rp 5,56 juta per meter persegi.

Pada kuartal I 2016, harga rumah sekitar Rp 5,66 juta per meter persegi. Kemudian berada di posisi Rp 5,77 juta per meter persegi pada kuartal II 2016, dan turun menjadi Rp 5,68 juta per meter persegi pada kuartal III 2016. Kembali melemah menjadi Rp 5,56 per meter persegi pada kuartal IV 2016.

"Meski demikian, penurunan median harga ini tidak terlalu signifikan, jika dijabarkan dalam persentase pada kuartal II 2016 ke kuartal III 2016 turun sebanyak 1,52 persen dan dari kuartal III ke kuartal IV 2016 turun lagi sebanyak 2,22 persen," jelas Wasudewan.

Ia menambahkan, pergerakan median harga yang tidak signifikan ini bisa jadi terkait aksi masa berjumlah besar yang terjadi pada kuartal IV 2016 lalu. Serta ada kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta dan Banten sehingga membuat para pelaku properti memilih bersikap wait and see. "Sikap menunggu yang diambil para pelaku properti terkait kemungkinan lahirnya kebijakan baru dari kepala daerah terpilih," kata dia.

Untuk mengetahui pilihan rumah baru di Tangerang, berikut aneka pilihan rumah baru di Tangerang dengan harga di bawah Rp 500 jutaan, cek di sini

 

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya