Menaker: Data Pengangguran Terus Turun Jadi Bukti Keberhasilan

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,01 juta orang pada Februari 2017.

oleh Achmad Dwi Afriyadi diperbarui 06 Mei 2017, 17:00 WIB
Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengingatkan serikat pekerja/serikat buruh agar bersikap resposif terhadap kemajuan teknologi

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah optimistis angka pengangguran terus turun. Hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi serta investasi sehingga membuka kesempatan kerja.

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan, data pengangguran terus turun. Ini menunjukkan jika program pemerintah menuai keberhasilan.

"Data pengangguran tahun ke tahun, trennya terus menurun, dari 5,5 menjadi 5,33. Ini suatu keberhasilan. Kita akan terus melakukan percepatan pengurangan pengangguran dan membuka kesempatan kerja," kata Menaker dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (6/5/2017).

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,01 juta orang di Februari 2017. Angka pengangguran ini turun 10 ribu orang dibanding periode yang sama 2016 sebanyak 7,02 juta orang.

Hanif menambahkan, capaian itu cukup menggembirakan di saat perekonomian Indonesia  juga tumbuh. Pada kuartal I 2017, ekonomi Indonesia tumbuh 5,01 persen secara year on year (yoy) atau lebih tinggi dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar 4,92 persen.

Hanif menyatakan, Presiden Joko Widodo akan  meningkatkan iklim usaha yang kondusif dengan melibatkan dunia usaha dan serikat pekerja atau buruh.  Iklim investasi baik mendorong penyerapan tenaga kerja menjadi lebih tinggi.

Pemerintah juga akan meningkatkan keterampilan pekerja di Indonesia. "Pemerintah juga melakukan penyiapan tenaga kerja yang memiliki keahlian (skill) melalui balai-balai latihan kerja. Penyiapan tenaga kerja yang kompeten dibutuhkan  mengisi kebutuhan tenaga kerja dalam pembangunan berbagai bidang yang terus digenjot, seperti di sektor infrastruktur dan lain-lain," dia menandaskan.

Kepala BPS, Suhariyanto sebelumnya mengungkapkan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia pada Februari 2017 sebesar 5,33 persen atau turun dibandingkan Februari 2016 sebesar 5,50 persen. Paling tinggi TPT di perkotaan 6,50 persen dan 4,0 persen.

"Dari jumlah angkatan kerja 131,56 juta orang, jumlah pengangguran 7,01 juta orang di Februari 2017. Sedangkan 124,54 juta orang merupakan penduduk yang bekerja," kata Kecuk saat Rilis PDB Kuartal I-2017 di kantor BPS, Jakarta, Jumat (5/5/2017).

Jika dilihat, jumlah pengangguran 7,01 juta orang di bulan kedua ini mengalami penurunan 10 ribu orang dari realisasi bulan yang sama 2016 yang sebanyak 7,02 juta orang. Sementara Agustus 2016, jumlah pengangguran sebanyak 7,03 juta orang.

Tingkat pengangguran terbuka menurut pendidikan, Kecuk menambahkan, paling rendah 3,54 persen terdapat pada penduduk berpendidikan SD ke bawah. Sedangkan yang tertinggi, penduduk yang jenjang pendidikannya SMK dengan TPT 9,27 persen.

Pengangguran dengan tingkat pendidikan SMP, TPT tercatat 5,36 persen, penduduk dengan pendidikan SMA‎ mencatatkan TPT 7,03 persen. TPT untuk penduduk yang mengecap bangku kuliah Diploma 6,35 persen, dan pendidikan Universitas atau Perguruan Tinggi 4,98 persen.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya