Google Doodle Pajang Pesawat Luar Angkasa Cassini dan Saturnus

Google doodle hari ini memajang animasi bergerak pesawat luar angkasa Cassini yang berada di antara Saturnus dan cincinnya.

oleh Agustin Setyo Wardani diperbarui 26 Apr 2017, 09:30 WIB
Google Doodle hari ini menampilkan animasi pesawat luar angkasa Cassini sedang memotret Planet Saturnus (Sumber: Google)

Liputan6.com, Jakarta - Google hari ini memajang sebuah animasi bergerak yang memperlihatkan sebuah pesawat luar angkasa sedang memotret Planet Saturnus dan cincinnya. Dalam keterangan, diketahui bahwa pesawat luar angkasa itu bernama Cassini.

Lantas, apa alasan Google memajang Cassini yang melewati ruang antara Saturnus dan cincinnya sambil memotret-motret pada Google Doodle?

Mengutip informasi dari laman Google Doodle, Rabu (26/4/2017) disebutkan hari ini pesawat luar angkasa Cassini akan memulai serangkaian kegiatan memotret Saturnus dan cincinnya. Itulah alasan Google memasang pesawat Cassini di antara planet terbesar kedua dalam tata surya dan cincinnya.

Pada orbit antara Planet Saturnus dan cincinnya, Cassini akan melakukan kegiatan 'Grand Finale' alias misi terakhirnya. Misi terakhir tersebut adalah masuk dan ke luar dari cincin planet sebanyak 22 kali selama 142 hari sebelum Cassini memasuki atmosfer dan terbakar.

Meski begitu sesaat sebelum terbakar, Cassini bakal mengirimkan seluruh data dan penemuan pentingnya ke Bumi untuk dipelajari lebih lanjut.

Seperti dikutip dari Telegraph, Cassini-Huygens diluncurkan pada 1997. Pesawat luar angkasa ini adalah proyek kerja sama antara dua pihak, yakni European Space Agency dan Italian Space Agensi dan telah mengelilingi Saturnus selama 13 tahun. Setelah bertahun-tahun terbang, Cassini dilaporkan mulai kehabisan propelan yang dipakai untuk menyesuaikan jalurnya.

Pesawat luar angkasa Cassini dan cincin Planet Saturnus (Sumber: Reuters)

Tiba di orbitnya pada 1 Juli 2004 lalu, pesawat luar angkasa ini dikirim para peneliti untuk mempelajari asal muasal, massa, dan usia cincin Saturnus. Selama perjalanannya, Cassini juga menemukan penemuan penting, yakni bulan Saturnus termasuk sebagai salah satu tempat yang paling ramah di Tata Surya dan potensial mendukung kehidupan.

Dua minggu lalu, NASA mengumumkan Cassini berhasil mendeteksi reaksi kimia yang terjadi di bawah permukaan es Encelandus dan menunjukkan di sana mungkin bisa mendukung kehidupan.

Misi Cassini juga menghasilkan penemuan baru, yakni bulan Saturnus yang bernama Titan, memiliki sejumlah hal yang mirip dengan bumi, misalnya saja angin, hujan, dan lautan. Cassini terbang dekat dengan Titan kemudian masuk ke orbit Saturnus dan cincinnya serta mengumpulkan data foto sebanyak-banyaknya.

Saat Cassini memotret Bumi dari Saturnus, titik kecil itulah Bumi (Sumber: Telegraph)

Terkait dengan misi terakhir Cassini, NASA bakal menyelenggarakan sebuah konferensi pers, satu jam setelah Cassini mulai masuk ke orbit antara Saturnus dan cincinnya.

(Tin/Ysl)

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya