Banyak Kubangan di Jalan Menuju Gunung Padang

Kubangan menuju Gunung Padang itu terlihat di sepanjang 20 kilometer jalan.

oleh Liputan6 diperbarui 12 Apr 2017, 06:32 WIB
Gunung Padang

Liputan6.com, Cianjur - Jalan menuju Situs Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Cianjur, Jawa Barat, rusak dan berlubang sehingga ketika hujan turun banyak kubangan yang berbahaya bagi pengendara.

Yusuf Alpadani, seorang juru pelihara situs, mengatakan rusaknya jalan tersebut berpengaruh terhadap angka kunjungan yang menurun setiap minggunya, apalagi jika memasuki musim hujan.

"Katanya pemerintah mau memperbaiki dan memperlebar jalan menuju situs, tapi sampai saat ini belum terwujud," kata Yusuf, dilansir Antara, Selasa, 11 April 2017.

Dia berharap kerusakan jalan menuju situs tua di dunia itu segera diperbaiki, agar pengunjung dapat dengan nyaman menuju lokasi dan tidak sampai terjadi kecelakaan. Utamanya menimpa pengendara sepeda motor yang banyak berkunjung ke area situs.

Jalan rusak sudah terlihat dari jalan masuk utama di Kecamatan Gekbrong, sepanjang empat kilometer. Hal serupa juga terlihat di sepanjang Jalan Raya Sukabumi menuju Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber, yang rusak mencapai 2 kilometer.

Jalan rusak lainnya membentang di Kampung Cibogo-Kampung Cimalati, Desa Kanoman, sepanjang 1,5 kilometer dan dari Kampung Baru, Desa Cibokor, jalan rusak mencapai 500 meter.

"Kalau dihitung mulai dari jalan utama Sukabumi, hingga pintu masuk Situs Megalitikum Gunung Padang yang membentang kurang lebih 20 kilometer, terdapat ratusan lubang berbagai ukuran. Kalau hujan layaknya kubangan di tengah sawah, sehingga sulit dilewati," kata Ikbal Slamet (26), wisatawan asal Kelurahan Sayang, Cianjur.

Rusaknya jalan menuju situs Gunung Padang itu membuat pengendara tidak nyaman saat melintas. Dia berharap dinas terkait di pemda dan propinsi segera melakukan perbaikan.

"Jangan sampai menunggu korban jiwa baru diperbaiki. Terlebih Situs Gunung Padang, saat ini banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara," kata Ikbal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya