Penyidik KPK Novel Baswedan Disiram Air Keras Usai Salat Subuh

Menurut Dahnil, pihak keluarga belum melaporkan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan kepada polisi.

oleh RochmanuddinMoch Harun Syah diperbarui 11 Apr 2017, 07:15 WIB
Penyidik senior KPK Novel Baswedan. (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Liputan6.com, Jakarta - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dilarikan ke rumah sakit di kawasan Kelapa Gading, Jakartra Utara. Dua orang berkendara sepeda motor diduga menyiramkan air keras ke wajah Novel.

"Benar, tadi saya dapat kabar dari keluarganya. Tadi pagi usai salat subuh Novel diduga disiram dengan air keras oleh orang tidak dikenal menggunakan motor," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil A Simanjuntak, saat dikonfirmasi Liputan6.com, Selasa (11/4/2017).

Dahnil menjelaskan, Novel kini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit kawasan Kelapa Gading.

"Untuk alasan keamanan, kami harap media tidak menyebutkan nama rumah sakitnya. Kondisinya saya belum tahu, karena saya masih di Medan," ujar dia.

Menurut Dahnil, pihak keluarga belum melaporkan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan kepada kepolisian. Dia berharap, polisi mengusut tuntas kasus ini.

"Belum dilaporkan, mungkin setelah dari rumah sakit baru akan dilaporkan," ujar dia.

Dahnil juga menyayangkan aksi penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Dia mengecam aksi teror tersebut, sebab ancaman sudah berkali-kali dialami Novel.

"Ini ancaman sudah sering dialami Novel Baswedan sebelum-sebelumnya, karena dia sebagai penyidik senior memiliki banyak bukti kasus korupsi. Namun itu tidak menyurutkan tekad pemberantasan korupsi di negeri ini," dia menegaskan.

Dahnil A Simanjuntak sebelumnya mengunggah kabar penyiraman air keras Novel Baswedan di Twitter-nya @Dahnilanzar.

"Melalui media Ini. Saya ingin menyampaikan mengutuk tindakan biadap, penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan Penyidik KPK subuh tadi," tweet Dahnil, Selasa 11 April 2017 sekitar pukul 06.00 WIB.

Peristiwa penyiraman air keras ini juga dibenarkan oleh Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Dwiyono. "Ya mas," ujar Dwiyono saat dihubungi Liputan6.com.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya