Satu Keluarga Tewas di Medan, Kapolda Duga Pembunuhan Terencana

Kapolda Sumut sebut tak ada barang berharga korban yang hilang, sedangkan warga mengatakan sebaliknya.

oleh Reza Efendi diperbarui 09 Apr 2017, 18:32 WIB
Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menjelaskan motif pembunuhan terhadap seorang wartawan salah satu koran mingguan. (Liputan6.com/Reza Efendi)

Liputan6.com, Medan - Kapolda Sumatera Utara Irjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan, penyidik masih menyelidiki kasus pembunuhan lima anggota keluarga di Pasar 1, Gang Tengah, Mabar, Medan.

Meskipun ada barang korban yang disebutkan hilang, Kapolda menduga pembunuhan itu sudah direncanakan. Namun begitu, pihaknya terlebih dahulu masih melihat secara mendalam kasus tetsebut.

"Dugaan sementara, ini pembunuhan berencana, kemudian pelaku melarikan diri," kata Rycko, Minggu, 9 April 2017.

Menurut Kapolda, ada sejumlah barang berharga di rumah korban yang tidak diambil pelaku. Namun, menurut keterangan warga, beberapa benda hilang dari rumah korban, seperti sepeda motor dan ponsel korban.

"Saat ini penyidik masih melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Kita harap kasus ini segera terungkap, mohon doanya," kata Rycko.

Sebelumnya, warga di kawasan Pasar 1, Gang Tengah, Mabar, Kota Medan, Sumatera Utara, dihebohkan dengan kasus dugaan pembunuhan. Satu keluarga ditemukan tewas di dalam rumahnya.

Seorang warga sekitar, Suharman mengatakan, satu keluarga yang ditemukan tewas tersebut pasangan suami istri Rianto (40) dan Yani (35), kedua anak mereka, Naya (14) dan Gilang Laksono (10) serta mertua Rianto, Marni (50).

Sementara, putri bungsu pasangan Rianto dan Yani yang berusia empat tahun bernama Kirana kritis. Saat ini, ia masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Medika, Jalan KL Yos Sudarso, Tanjung Mulia.

"Yang meninggal ada lima orang, sedangkan yang kritis satu orang, semuanya satu keluarga," kata Suharman.

Menurut dia, dugaan pembunuhan itu terungkap berdasarkan kecurigaan dirinya dan warga sebab tak satu orang pun dari anggota keluarga itu keluar rumah sekitar pukul 09.00 WIB. Rasa curiga semakin muncul saat lampu di dalam rumah masih hidup meski hari sudah terang.

"Saat kami periksa, ternyata anggota keluarga itu terkapar bersimbah darah di dalam rumah. Kemudian kami laporkan ke pihak kepolisian," kata Suharman.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya