Penampakan Pangkalan Militer Terbesar Eropa yang Terbengkalai

Pembangunan pangkalan udara tersebut menghabiskan dana mencapai $6 miliar dan dianggap sebagai salah satu proyek paling mahal di Eropa

oleh Liputan6Diterbitkan 02 April 2017, 12:30 WIB
Foto: wikipedia

Liputan6.com, Jakarta Terletak di perbatasan antara Kroasia dan Bosnia-Herzegoniva, di bawah pegunungan Pijesevica, pangkalan udara Zeljava adalah pangkalan militer bawah tanah terbesar di wilayah bekas Yugoslavia, dan juga menjadi salah satu yang terbesar di Eropa. Mengintip fasilitas di dalamnya, Zeljava memiliki terowongan yang berukuran cukup besar untuk menyimpan pesawat skuadron berikut dengan personil dan perlengkapan hidup selama lebih dari sebulan.

Pada dekade antara tahun 1991 dan 2001, Yugoslavia mengalami beberapa kali perang etnis yang mengakibatkan hancurnya negara tersebut. Dalam kurun waktu tersebut, sebuah pangkalan udara bawah tanah yang dikenal dengan nama Zeljava Air Base digunakan untuk dukungan militer pangkalan udara. Pembangunan pangkalan udara tersebut menghabiskan dana mencapai $6 miliar dan dianggap sebagai salah satu proyek paling mahal di Eropa yang kemudian dihancurkan begitu saja agar tidak dikuasai oleh musuh.

Pembangunan pangkalan udara, yang juga dikenal sebagai Bihac Air Base dan diberi nama kode Objekat 505, dimulai pada 1948 dan selesai pada tahun 1968. Total dana yang digelontorkan mencapai $ 6 miliar atau sekitar Rp80 triliun, tiga kali anggaran militer tahunan Serbia dan Kroasia yang digabungkan, dan merupakan salah satu dari proyek-proyek konstruksi yang paling mahal di Eropa.

Ulasan selengkapnya bisa dibaca di sini

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya