Kisah Warga Negara Inggris Bangkrut dan Sempat Disangka Teroris

WNA asal Inggris tersebut telantar di Jakarta Selatan setelah kehabisan uang dan tak punya kerabat.

oleh Muslim AR diperbarui 27 Mar 2017, 17:50 WIB
Warga Negara Asing (WNA) - ilustrasi

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pria warga negara asing (WNA) bertubuh kurus, hidung mancung, kulit kemerah-merahan dan berambut pirang dicurigai warga sebagai seorang teroris. Sebab, hampir tiap malam pria jangkung itu menginap di salah satu musala.

"Kami dapat laporan warga yang curiga, jangan-jangan dia teroris," ujar Kepala Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Kedoya, Masyudi, kepada Liputan6.com di Jakarta, Senin (27/3/2017).

Pria yang diduga teroris itu langsung diamankan petugas dinas sosial. Ia ternyata seorang WNA asal Inggris. Ia bernama Kenneth William Carl. Ia berusia 59 tahun. Pria paruh baya yang akrab disapa Ken itu, cukup lancar berkomunikasi dengan petugas dinas sosial.

"Dia agak terlalu gembel, pas dibawa (diamankan) dia masih punya tas kecil, isinya dokumen-dokumen, seperti paspor dan lainnya. Paspor masih aktif sampai 2023," lanjut Masyudi.

Ken, ia menjelaskan, telantar di Jakarta setelah kehabisan uang dan tak punya kerabat. Keberadaan awalnya terdeteksi di Jakarta Selatan.

Hal ini terungkap karena ada beberapa warga yang sering memperhatikan WNA tersebut. Ia selalu menginap di salah satu musala di Cipete, Jakarta Selatan.

"Dia minta makan dan ngemis gitu. Karena terus-terusan, warga curiga dan menduga Ken ini teroris yang menyamar sebagai pengemis," jelas Masyudi.

Dari laporan warga tersebut, petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan langsung menjemput Ken di musala Jalan BDN 1, Cilandak Barat, Jakarta Selatan.

"Dia dibawa ke sini Sabtu (25/3/2017) lalu, sekarang masih di sini," kata Masyudi.

Dari keterangan Ken pada Masyudi, ia sejatinya adalah pensiunan sebuah perusahaan konsultan keuangan. Ia baru saja pensiun pada 2015 lalu dan mulai kehabisan uang pada 2016.

"Katanya biayai istri berobat," jelas Masyudi.

Masyudi telah menghubungi pihak kedutaan besar Inggris di Indonesia untuk proses pemulangan WNA tersebut.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya